Kali ini, rumah orangtua dari  anggota DPR RI Dapil Jambi dari PDIP, Ihsan Yunus yang di geledah tim penyidik KPK, Selasa (12/1/2021). Foto : IStimewa

Korupsi Bansos, Rumah Orangtua Anggota DPR RI Dapil Jambi Digeledah KPK

Berita Jambi

BERITA JAMBI – Terkait kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos), yang menjerat mantan Menter Sosial Juliari P Batubara. Kali ini, rumah orangtua dari  anggota DPR RI Dapil Jambi dari PDIP, Ihsan Yunus yang di geledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/1/2021).

Selain itu, penggeledahan rumah orangtua anggota DPR RI Dapil Jambi itu, terkai kasus dugaan korupsi bansos penanganan Covid-19.

Melansir dari Imcnews.id, rumah orang tua politikus PDIP itu berada di Jalan Raya Hankam, Nomor 72, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Duit Bansos, Bagaimana Pengawasan Inspektorat Merangin

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, selain rumah orang tua Ihsan, tim penyidik juga menyambangi rumah di Perum Rose Garden, Jatikramat, Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Proses kegiatan saat ini masih berlangsung dan informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah kegiatan selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, tim penyidik KPK menggeledah kantor perusahaan berinisial ANM dan FMK di Gedung Patra Jasa, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2021).

Kuota Jumbo Dalam Penyediaan Paket Sembako

PT FMK di duga termasuk salah satu rekanan penyedia bansos yang mendapat kuota ‘jumbo’ dengan jumlah 1,23 juta paket penyediaan sembako. Perusahaan ini, mendapat paket pekerjaan pada tahap 8, 9, 10, 11 dan 12.

Sementara secara total, terdapat 14 tahap paket kontrak yang di kerjakan oleh ratusan rekanan. Masing-masing rekanan bakal mendapatkan kuota dan nilai paket yang berbeda, mulai dari puluhan juta hingga ratusan miliaran rupiah.

Lihat Juga : Diiming-Imingi Kado Ultah, Bocah 6 Tahun Digasak Satpam SPBU di Jambi

Lembaga antirasuah itu, baru menemukan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang di duga telah menyetor fee Rp10 ribu per paket bansos kepada Juliari dan pejabat Kementerian Sosial.

PT RPI merupakan salah satu rekanan penyedia bansos. Perusahaan tersebut terdaftar sebagai rekanan penyedia bansos untuk tahap 10, 11, 12, dan 14 (pengadaan bansos untuk komunitas).

KPK menduga para rekanan ini memberikan sejumlah uang kepada Juliari. Para rekanan yang sudah di dalami yakni, PT Tigapilar Agro Utama, PT Mandala Hamonangan Sude dan PT Bumi Pangan Digdaya.

Dalam perkara ini, Juliari yang juga politikus PDIP di duga menerima Rp17 miliar dari dua paket pelaksanaan bansos untuk penanganan Covid-19. Di wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Lihat Lainnya : Digerebek Istri di Kamar, Hingga Oknum PNS Selingkuh Karena Barang Suami Lembek

Selain Juliari, ada empat orang lainnya yang di tetapkan tersangka yaitu Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial. Serta dua, orang dari unsur swasta bernama Ardian I M dan Harry Sidabuke. (*)