Kembali beroperasi tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah, PT Agrindo di cegat warga di Sarolangun pada Selasa (05/01/2021).

Kembali Operasi Tanpa Izin Resmi, PT Agrindo Dicegat Warga Sarolangun

Berita Jambi

BERITA SAROLANGUN – Kembali beroperasi tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah, PT Agrindo di cegat warga di Sarolangun pada Selasa (05/01/2021).

Seperti di ketahui, PT Agrindo panca tunggal perkasa, yang bergerak di bidang kelapa sawit di Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kabang, kembali berulah tanpa mengantongi izin.

Baca juga : Tolak UU Ciptaker, Buruh Lancarkan Aksi Demo Serentak di 24 Provinsi

Tak ayal, aktivitas yang di lakukan PT Agrindo itu pun di cegat warga Sarolangun.

Sebelumnya, PT Agrindo yang kembali berulah ini berada di Kecamatan Sarolangun. Di mana ia Kembali melakukan aktifitas panen, dan mengangkut buah sawit. Padahal sebelumnya PT tersebut, sudah di beri peringatan oleh Pemerintah Daerah. Hal ini lantaran tidak mengantongi izin resmi dari Pemda.

Sebagaimana di ketahui, izin sebelumnya telah habis masa. Namun, tidak di perpanjang. Maka dari itu Perusahaan itu, izinnya di bekukan sementara.

Dengan demikian Truk PT Agrindo Panca Tunggal Perkasa- Sarolangun (PT Agrindo) di hadang warga, di portal masuk-keluar perusahaan perkebunan sawit itu. Pada Senin siang, tanggal 4 Desember 2021 lalu.

Hal seperti ini sebelumnya juga di lakukan PT Agrindo, pada awal pembekuan aktifitas operasional perusahaan oleh tim teknis Pemkab Sarolangun. Ini terkait habisnya masa berlaku izin HGU, dan permasalahan lainnya.

Alhasil, 8 truk bermuatan buah sawit di paksa putar kepala ke kantor kebun, dan kabarnya buah sawit membusuk.

Dari penelusuran media ini di lapangan, penghadangan yang di lakukan warga adalah, dengan alasan status pembekuan kegiatan operasional PT Agrindo oleh tim teknis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun. Ini sejak pertengahan bulan Juli 2020, hingga 31 Desember 2020.

Dalam hal pengawasan, tim teknis juga menugaskan aparat terkait dan masyarakat setempat, untuk mengawasi aktifitas PT. Agrindo.

Warga Belum Di Tugaskan Buka Portal

Hingga kejadian ini warga merasa belum di tugaskan membuka portal, dan tetap melakukan pengawasan aktifitas perusahaan.

Di temui di lokasi penghadangan mobil truk perusahaan, Eben Ezer Lumban Gaol Manejer Kebun PT Agrindo Sarolangun mengatakan, pihaknya melakukan aktifitas panen. Dan pengangkutan buah sawit, karena limit pembekuan izin. Serta aktifitas operasional perusahaan telah habis.

Selanjutnya, menurutnya PT Agrindo juga telah mengantongi izin HGU yang baru.

“Sesuai perintah pimpinan kami, kami di perintah melakukan aktifitas perusahaan. Seperti panen buah, dan pengangkutan hasil panen. Makanya kami lakukan,” kata Eben.

Sekda Sarolangun

Sementara itu, turun ke lokasi Sekda Sarolangun Ir Endang Abdul Naser (Sekda Naser), langsung tertuju kepada pihak perusahaan.

“Mana di rektur Agrindo, siapa yang menyuruh panen. Masalah perusahaan dengan Pemkab Sarolangun belum selesai, Pemkab belum membenarkan perusahaan melakukan operasional,” kata Sekda Naser di dampingi Waka Polres Sarolangun, Kompol Husni. Dan tim teknis, Pemkab Sarolangun.

Terkait limit berlakunya keputusan Pemkab, terhadap pembekuan kegiatan operasional dan kabar keluarnya izin HGU PT Agrindo yang baru. Sekda Naser menegaskan perusahaan, tidak musti mengabaikan. Dan terkesan mengangkangi Pemkab Sarolangun.

“Agrindo harus duduk bersama dengan Pemkab sebelum beroperasi, selesaikan dulu masalah. Ini terkesan mengangkangi pemerintah,” tegasnya.

Sekda Naser menyebut, Ia mendengar bahwa PT Agrindo telah mengantongi izin HGU yang baru, yakni seluas 1300 Hektar. Tapi tanpa izin Andal dan Tata Ruang, yang baru dari Pemkab Sarolangun.

“Kami dapat kabar PT Agrindo sudah mengantongi izin HGU baru, dari Kementrian Pusat seluas 1300 Hektar. Tapi yang di panen itu tidak jelas kebun sawit yang mana, Izin Andal dan tata ruang yang 1300 Hektar itu mana?. Itu harus di ukur ulang oleh Pemkab,” urainya.

Kemudian, Ia juga membeberkan bahwa Pemkab Sarolangun di-PTUN-kan oleh PT Agrindo. Seharusnya perusahaan tidak boleh beraktifitas, sebelum hal ini selesai.

“Kami sekarang di-PTUN oleh Agrindo, harusnya Agrindo tidak melakukan aktifitas, sebelum masalah selesai,” tegasnya.

Pantauan media ini, turut hadir bersama Sekda Naser, tim teknis Pemkab Sarolangun Ahmad Nasri, Kadis DPMPTSP, Imron Kabag Pemerintahan, Mulya Malik Kabag Hukum.

Selain itu, juga tampak Kakan Kesbang Pol Hudri, Dedi Hendri A2, Riduan Kasat Pol PP. Dmdan Pabung Abdul Aziz, mewakili Dandim 0420/ Sarko.

Kadis DPMPTSP

Menanggapi masalah ini, Ahmad Nasri, Kadis DPMPTSP Sarolangun mengatakan tim teknis Pemkab akan membicarakan masalah PT Agrindo secara khusus. Serta rapat di gelar, hari Selasa 5 Januari 2020.

“Kami akan rapat tim dulu, besok. Ada beberapa poin penting yang akan kita keluarkan secara tertulis. Kami minta direktur Agrindo hadir,” kata Kadis.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

“Izin 1300 Hektar pasti kami keluarkan, siang besok, selain dari 1300 Hektar tidak bisa di kelola lagi oleh Agrindo. Kita juga berharap permasalahan ini cepat selesai,” imbuhnya.

Tak lupa, Sekda Naser dan rombongan menghampiri warga, dan berterima kasih atas jerih payah mereka. Di mana  yang sudah sekitar 5 bulan mengawasi aktifitas PT Agrindo, hingga peristiwa penghadangan truk perusahaan ini. (Ajk)