Pemkab Muaro Jambi tunda masuk sekolah secara tatap muka untuk sementara waktu. dari hasil rapat yang di lakukan pada Rabu, (30/12/2020)

Pemkab Muaro Jambi Tunda Sekolah Tatap Muka Sementara Waktu

Muaro Jambi Pemerintahan Pendidikan

BERITA MUARO JAMBI – Pemkab (Pemerintahan Kabupaten) Muaro Jambi tunda masuk sekolah secara tatap muka untuk sementara waktu. Hal ini di ketahui dari hasil rapat yang di lakukan pada Rabu, (30/12/2020) lalu.

Selain itu, tim Gugus Tugas Kabupaten Muaro Jambi ingin melihat secara langsung persiapan sekolah, dan mengevaluasi.

Erwanisah, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa di karenakan kemarin adanya libur panjang sampe tanggal 03 Januari.

Sehingga, mengkhawatirkan adanya mobilisasi orang dan barang jika langsung di adakan tatap muka pada tanggal 04 januari tersebut.

“Misalnya ada guru atau siswa yang pergi keluar daerah. Dan kita tidak tahu mereka berkumpul dengan siapa saja, maka di putuskanlah untuk belum melaksanakan tatap muka,” jelasnya pada Dinamika Jambi, Senin (04/02/2021) di ruangannya.

Baca Juga : Pemkab Muaro Jambi Bakal Bangun Mall Di Jaluko

“Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penambahan pasien baru,” sambungnya.

Kemudian, Ia juga mengatakan bahwa, setelah melihat hasil nyata kesiapan di lapangan tentang kesiapan sekolah untuk menyambut tatap muka ini.

“Yang kita lihat, sekolah yang siap banyak dan yang belum siap juga masih ada. Hal ini di karenakan libur panjang kemarin. Salah satunya UKS yang belum di siapkan,” ujarnya

Selanjutnya, Ia juga menyampaikan hasil dari turun ke lapangan tersebut kepada Bupati, yang juga sebagai Tim Gugus Tugas.

Lihat Juga : Bawaslu RI Akan Proses Dugaan Pelanggaran Pemilu di Pilgub Jambi

“Setelah kami turun ke lapangan, kami sampaikan ke Bupati yang juga sebagai tim Gugus Tugas di Muaro Jambi,” tuturnya.

Pemkab Muaro Jambi Tunda Sekolah Tatap Muka

Dengan demikian, Ia menyampaikan bahwa pesan Bupati untuk menunda sekolah secara tatap muka ini sementara waktu. Dan belum di ketahui jelas kapan akan di adakannya tatap muka. Karena, masih khawatir terhadap kondisi sekarang.

“Yang kami khawatirkan itu anak-anak, jika mereka terpapar, di isolasi. Sehingga, rasa takut lebih tinggi, dan di khawatirkan mentalnya terganggu.  Jadi, di putuskanlah belum dulu untuk tatap muka, sungguh bijaklah keputusan Bupati,” tukasnya.

Selanjutnya, Kadis pun meminta kepada semua guru-guru agar memberi tugas kapada para siswa/i baik luring maupun daring.

Lihat Video : Bupati dan Kapolres Panen Ikan di Desa Keranggan, Kecamatan Sekernan

“Kalau bisa daring silahkan, kalau tidak bisa luring pun silahkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa untuk bisa tatap muka secara langsung maka harus ada beberapa persetujuan.

“4 persetujuan, Kepala Daerah, Kepala Sekolah, Komite dan Orang Tua,” jelasnya.

Berita Lainnya : Diming-Imingi Harta Oleh Selingkuhan, Seorang Istri Gugat Cerai Suaminya

Kemudian, Ia juga mengungkapkan bahwa jika terjadi tatap muka nantinya, maka 1 kelas maksimal hanya 18 orang.  Dan jam belajar di kurangin 10 menit.

“Untuk 1 lokal maksimal 18 orang. Serta, di berikan sif, dan jam belajar di kurangkan,” tukasnya.

Selain itu, Erwanisah juga menjelaskan bahwam dengan keadaan dan kondisi saat ini maka disekolahan harus menyediakan tempat cuci tangan, handsanitaizar, serta masker. Di mana nantinya akan di siapkan dengan dana Bos.

“Wajib menyiapkan alat protokol kesehatan. Dan bisa menggunakan dana Bos,” tuturnya.