Baru-baru ini di kabarkan, bahwa terjadi pro kontra pembangunan TPS di waliyah Tapal Batas, antara Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari. Tak ayal, Kapolres setempat langsung menuju ke lokasi.

Pro Kontra TPS di Batanghari, 2 Kapolres Cek Lokasi

Berita Jambi Hukrim

BERITA MUARO JAMBI – Baru-baru ini di kabarkan, bahwa terjadi pro kontra pembangunan TPS di waliyah Tapal Batas, antara Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari. Tak ayal, 2 Kapolres langsung menuju ke lokasi.

Sebelumnya, Kapolres Muaro Jambi dan Kapolres Batanghari, menggelar diskusi hingga pengecekan lokasi terkait kerawanan pembangunan TPS di Dusun Tanjung Mandiri, Kamis (03/12/2020).

Baca juga : Larikan Motor Wartawan, ZI Siap-Siap Dijemput Polisi

Di mana dusun tersebut adalahTapal Batas wilayah, antara Kabupaten Muaro Jambi dengan Batanghari.

Diskusi ini, di pimpin oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto, bersama Kapolres Batanghari AKBP Heru Ekwanto.

Selain itu, juga di hadiri oleh Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Jambi AKBP Bagus Santoso, Kabag Ops Polres Batanghari Kompol Abd Roni, dan
Kabag Ops Polres Muaro Jambi AKP Ayani. Serta Kasat Intelkam Polres Batanghari AKP Dastu Gustiawan, Danramil Muaro Bulian Kapten Cba Juf Hendri, dan jajaran lainnya.

Kapolres Muaro Jambi

Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto, menyampaikan bahwa ia mendapat informasi dari Kepala Desa setempat. Di mana hal ini, tentang pro kontra pendirian TPS di Tapal Batas tersebut. Tepatnya di Kabupaten Batanghari, Dusun Tanjung Mandiri Desa Tanjung Lebar.

“Permasalahan adanya rencana pembangunan TPS 10 Desa Bungku, di tengah dusun Tanjung Mandiri. Untuk pemilihan sebelumnya, tidak ada TPS di lokasi,” katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa untuk wilayah Dusun Tanjung Mandiri, memang belum memiliki kepastian hukum Tapal Batas, berdasarkan Permendagri.

“Untuk terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, selama berlangsungnya tahap pungut, dan hitung suara di lokasi. Mari bersama kita temukan solusi penyelesaiannya,” bilangnya.

Sementara itu, Ketua KPUD Batanghari, Kadir mengatakan bahwa Jumlah TPS 10 Dusun VI Desa Bungku, berjumlah 257 orang.

Dari jumlah tersebut, mereka tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya yakni Dusun VI, Alam Sakti dan Bukit Sinyal.

“Terkait jumlah pasti saya tidak memastikan, namun berjumlah lebih dari 100 DPT. TPS 10 rencana akan kami bangun di depan rumah Ketua Dusun VI Tanjung Mandiri Desa Bungku, dengan alasan mempermudah transportasi. Dan mendekatkan pemilih dengan TPS,” ungkapnya.

Kapolres Batanghari

Hal senada juga di ungkapkan oleh Kapolres Batanghari, AKBP Heru Ekwanto dalam diskusi tersebut.

“Kami dari Polres Batanghari, pada intinya sama dengan Polres Muaro Jambi, untuk hadir melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, bahwa pada prinsipnya hal yang harus di utamakan adalah memelihara Kamtibmas. Hal ini agar terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, dan kondusif selama Pilkada serentak tahun 2020.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat, terdapat potensi kerawanan Kamtibmas di lokasi pembangunan TPS di Tapal Batas, Desa Tanjung Lebar Kecamatan Bahar Selatan Kabuapatrn Muaro Jambi. Dengan Desa Bungku Kabupaten Batanghari,” paparnya.

Jika melihat jumlah penduduk, masyarakat Kabupaten Batanghari lebih kecil jumlahnya, dari masyarakat Kabupaten Muaro Jambi.

Oleh karena itu, Polsek Batanghari dan Muaro Jambi, menyarankan solusi terkait pro kontra tersebut.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Baca juga : Gelapkan Motor Wartawan di Jambi, ZI Berurusan Dengan Polisi

Berdasarkan Keputusan bersama KPU Provinsi Jambi, KPUD Muaro Jambi, dan Batanghari bahwa di lokasi Dusun Tanjung Mandiri, akan di dirikan TPS dari masing-masing Kabupaten. Apabila tetap pendirian di lokasi yang sama, maka perlu di lakukan antisipasi keamanan.

“Jika terjadi pergeseran lokasi TPS terjadi, maka harus di lakukan langkah antisipasi. Hal ini agar tercapai solusi penyelesaiannya,” tukasnya. (Red)