Baru-baru ini, sebuah kisah haru bocah SD yang ikut jula gorengan hingga jadi tukang parkir, demi lunasi cicilan motor sang ayah.

Lunasi Motor Sang Ayah,  Bocah SD Ini Jual Gorengan Hingga Jadi Tukang Parkir

Berita Viral Nasional

BERITA VIRAL – Baru-baru ini, sebuah kisah haru bocah SD yang ikut jula gorengan hingga jadi tukang parkir, demi lunasi cicilan motor sang ayah.

Sebagaimana di ketahui, ayah nya kini sudah meninggal dunia. Sejak itu lah, dengan keterbatasan ekonomi, Bocah SD ini rela banting tulang dari pagi hingga sore.

Hal ini di lakukan, guna membantu ibunya, lunasi motor sang ayah yang baru saja di panggil sang khalik.

Baca juga : Geger, Kades di Kerinci Video Call Dengan Wanita Tanpa Busana

Berita lainHarga Emas di Jambi Hari Ini Terjun Bebas

Seperti belum lama ini, warganet di buat heboh dengan curhatan bocah SD di Facebook.

Bagaimana tidak, bocah SD itu mengaku harus bekerja keras menjual gorengan, dan jadi tukang parkir usai sekolah.

Hal itu ia lakukan, demi bisa membayar cicilan motor sang ayah, yang sudah meninggal dunia. Sebelumnya, ayah bocah SD ini merupakan driver ojek online.

Bocah 11 tahun bernama Gilang Sabil Ramadhan ini, menceritakan kisahnya, dengan memakai akun Facebook almarhum ayahnya @Rachyantobojez.

Dalam curhatannya, bocah itu menceritakan aktivitasnya yang kini menjadi tukang parkir ke dalam grup, yang berisi kumpulan pengemudi ojek online.

Di Posting di Grup Gojek

Di ketahui, sang ayah gabung di grup tersebut saat menjadi ojol.

“Assalamualaikum om-om dan tante gojek semua, salam satu aspal. Nama saya Gilang Sabil Ramahdan, saya kerja sebagai tukang parkir. Semenjak bapak saya yang kerja sebagai gojek online. meninggal. Sekarang saya yang menggantikan beliau mencari nafkah. buat bantu keluarga. Alhamdulillah hari ini saya sudah bayar motor bapak, minta bantu doanya ya om-om dan tante Gojek. Semoga saya dan keluarga sehat walafiat. Salam satu aspal ya om,” tulis @Rachyantobojez di GROUP DRIVER GOJEK SE JABODETABEK!!!!.

Selanjutnya, saat di temui Gilang mengaku masih duduk di bangku SD, kelas 5 di SDN 08 Duren Sawit, Jakarta Timur.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Gilang juga bersekolah melalui daring.

Setelah sekolah online selesai, ia langsung mencari uang untuk melunasi cicilan motor sang ayah.

“Kalau pagi belajar online, baru siang markir. Sebelum parkir Gilang dan adik-adik pernah dagang gorengan keliling.  Masuk ke kantor-kantor dan toko-toko. Alhamdulillah, kalau dagang gorengan langsung habis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gilang juga mengatakan jika sang ayah baru saja meninggal, pada 3 Oktober 2020 lalu karena serangan jantung.

Setelah ayahnya meninggal, sang ibu mencari nafkah dengan menjaga warung kopi (warkop).

Tak hanya itu, terkadang ibunya  juga menjadi ojek panggilan. Jika ada tetangga, yang meminta di antar untuk berpergian.

Penghasilan sang ibu pun belum cukup, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk membayar cicilan motor.

Harus Membantu Ibunya

Oleh sebab itu, Gilang harus membantu sang ibu untuk menambah penghasilan, dengan menjual gorengan dan tukang parkir.

Beruntungnya, meski Gilang dalam sehari pendapatannya tak menentu. Terkadang ia juga bisa mengumpulkan Rp 150 ribu. Dan jika sepi, hanya mendapat Rp 50 ribu per hari.

“Kalau dagang gorengan, karena perekonomian keluarga nggak cukup. Makanya Gilang inisiatif bantu mama. Kalau parkir, memang masih ada bapak Gilang juga bantu. Sekarang bapak sudah meninggal. Gilang yang pegang lapaknya,” cerita bocah malang itu.

Diketahui, Gilang menjadi tukang parkir di dekat restoran soto kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Anak pertama dari empat bersaudara ini mengatakan, jika cicilan motor bulan pertama almarhum sang ayah, kini sudah terbayarkan.

Namun dia dan sang ibu, harus kembali berjuang mencari uang untuk membayar cicilan motor yang tersisa 13 bulan lagi.

“Cicilan per bulannya Rp 785 ribu. Sekarang tinggal 13 bulan lagi untuk melunasinya,” ujarnya.

Selain itu, Gilang dan keluarganya kini tinggal di rumah yang di pinjamkan orang lain kepada keluarganya.

Ia pun sangat berterima kasih, dengan sosok baik hati yang rela rumahnya di tinggali Gilang dan keluarga. secara gratis.

“Ada orang baik mengizinkan kita untuk tinggal di rumah itu. Alhamdulillah tadinya kita tinggal di emperan toko Indomaret, sekarang ada orang baik menolong kami,” tuturnya.

 

SumberJatimtimes.com