Bupati Masnah Busro, Jumat (27/11/20) turun ke desa. Serahkan bantuan, Bupati dan Kapolres panen ikan di Desa Keranggan, Kecamatan Sekernan.

Serahkan Bantuan, Bupati dan Kapolres Panen Nila di Desa Keranggan

Muaro Jambi Pemerintahan

BERITA MUARO JAMBI – Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro, Jumat (27/11/20) turun ke desa untuk kunjungan kerja. Serahkan bantuan, Bupati dan Kapolres panen ikan nila di Desa Keranggan, Kecamatan Sekernan.

Melalui jalur air, orang nomor 1 di Bumi Sailun Salimbai ini turun ke Desa Keranggan. Di situ, Masnah sudah di tunggu warga dan perangkat desa.

Bupati menyerahkan bantuan sembako untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Didampingi Camat Sekernan, Kemas Ismail Azim dan Kepala Desa Keranggan, Tarmizi Ar, Bupati menyerahkan secara simbolis.

Baca Juga : Harpenas di Muaro Jambi, 4.500 Rumah Dapat Bantuan Stimulan

Dalam sambutannya, Bupati meminta warga tetap mematuhi protokol kesehatan dan himbauan pemerintah.

“Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.

Bersama Kepala Dinas Sosial PP dan PA Muaro Jambi, Rosa Candra Budy, Bupati menyerahkan secara simbolis dari 100 paket bantuan sembako yang di bawa.

“Semoga sembako yang diberikan, bermanfaat bagi warga,” tuturnya.

Setelah menyerahkan bantuan, Masnah bersama Kapolres Muaro Jambi, AKBP Ardiyanto kemudian meninjau usaha budidaya ikan. Pembesaran ikan lewat kerambah di sungai itu, milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bersama.

Usai panen ikan, Bupati berharap usaha dari uang Dana Desa itu dapat bermanfaat untuk Desa Keranggan.

“Kita tadi sudah panen ikan yang di kelola BUMDes Desa Keranggan. Harapan kita, semoga ini berkembang untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati.

Baca Juga : Sejalan Dengan Kementrian, Ini Cara Bupati Masnah Dorong UMKM Pemuda Pancasila

Lihat Video : Banjir di Tebo, 6 Desa Terdampak

Direktur BUMDes Karya Bersama, Jasri mengatakan budidaya ikan jenis nila itu tidak mengunakan indukan. BUMDes budidaya pembesaran ikan di 13 kotak.

“Setiap kotaknya berisi 6000 ekor,” ungkapnya.

Untuk diketahui, desa ini mengunakan 2 alat transportasi yakni jalur darat dan air. Bila mengunakan transportasi air seperti pompong, warga membayar Rp 2000/orang hingga Rp 5000 jika membawa motor untuk sekali menyeberang.