Demi meningkatkan SDM, khususnya pada pelajar di Provinsi Jambi, Dewan minta pemprov lebih memperhatikan sekolah kejuruan.

Peduli SDM Jambi, Dewan Minta Pemprov Perhatikan Sekolah Kejuruan

Parlemen Pendidikan

BERITA JAMBI – Demi meningkatkan SDM, khususnya pada pelajar di Provinsi Jambi, Dewan minta pemprov lebih memperhatikan sekolah kejuruan. Hal ini guna menunjang keahlian dan ketrampilan di bidangnya. Serta, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Seperti yang di sampaikan Fraksi Demokrat, pada saat rapat Paripurna di gedung DPRD Provinsi jambi beberapa waktu lalu.

Kala itu, Ahmad Fauzi Anshori selaku juru bicara dari Farksi partai Demokrat, meminta pemerintah agar meperhatikan sekolah kejuruan di Provinsi Jambi.

Selanjutnya, Dewan dari Fraksi Demokrat ini juga mendorong kepada pemprov Jambi agar Sekolah Kejuruan mendapatkan alokasi anggaran, dalam APBD 2021 mendatang.

Baca Juga : PETI di Merangin Sampai Sasar Musholla, Begini Kata Dewan

“Kita orientasinya, kan mendorong SMA 70 persen dan SMK 30 persen. Tapi sampai hari ini pendidikan vokasi itu, berkembang kurang baik. Jadi hari ini kami mendorong alokasi anggaran untuk pendidikan vokasi itu,”ujar Fauzi saat di temui setelah paripurna berlangsung.

Sementara itu di ketahui, Vokasi adalah program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga, yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan di bidangnya. Serta siap kerja, dan mampu bersaing secara global.

Kemudian, Fauzi juga menuturkan agar sekolah kejuruan di Jambi tersebut, menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Tentunya, untuk lebih bermanfaat lagi kedepannya.

Harapan Dewan Untuk Sekolah Kejuruan

Oleh karena itu, Ia berharap agar sekolah kejuruan ini bisa membuka lapangan pekerjaan. Karena mereka lebih siap untuk masuk ke pasaran kerja.

Lihat Lainnya : Viral, Habis 8,2 Juta Beli Hp iPhone 11 di Marketplace, Isinya Cuma Casing

“Karena harapan kita sekolah kejuruan ini bisa membuka lapangan pekerjaan, karena mereka sudah siap untuk masuk pasar pasar kerja. Kan gitu, ini yang kita dorong, supaya pemerintah serius untuk mengembangkan sekolah SMK,”tukasnya.

Tak hanya itu saja, Fraksi partai Demokrat itupun meminta mencarikan solusi tentang pendidikan. Karena menurutnya, pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah.

“Pendidikan ini adalah tanggung jawab negara, bahwa 20 persen anggaran pendidikan, ya di alokasikan untuk pendidikan,” bilangnya.

Di sisi lain, Dewan asal Kabupaten Merangin ini meminta agar pemerintah Provinsi Jambi, juga memperhatikan keberlangsungan sekolah swasta yang saat ini terdampak akibat Covid-19.

Sebagaimana di ketahui, sejak pandemi banyak sekolah swasta yang tidak mampu untuk membayar gaji para guru.

“Nah, ini juga harus di perhatikan. Pemerintah setidaknya bisa membantu sekolah-sekolah swasta ini.” ujarnya.

Bilangnya, bahwa sejatinya tidak ada yang namanya pendidikan pemerintah dan swasta. Karena, soal hak belajar siswa adalah tanggung jawab pemerintah.

“Jika ada sekolah swasta yang mati, tidak terbiayakan itu harus di carikan solusi. Meskipun pemerintah selalu mengatakan, itu bukan kewenangan mereka. Tetapi kalau cerita pendidikan, tidak ada pendidikan pemerintah dengan swasta,” tegasnya.

Lihat Video : Banjir di Tebo, 6 Desa Terdampak

Terpisah, menjawab pandangan Fraksi Demokrat ini, Pjs Gubernur Jambi Restuardy Daud mengatakan, bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mulai tahun ini akan melakukan penataan jurusan yang ada di SMK. Tentunya, sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Disamping itu, Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah harus melakukan kerja sama, dalam aspek penyesuaian kurikulum yang di butuhkan.

“Harus melakukan kerja sama dalam aspek penyesuaian kurikulum yang di butuhkan oleh dunia usaha, dan dunia industri di wilayahnya,” terangnya. (Tr06)