Usai aniaya istri hingga tewas, sang suami bersama rekannya atur skenario, seolah istrinya meninggal karena kecelakaan.

Aniaya Istri Hingga Tewas, Modusnya Direkayasa Bak Kecelakaan

Berita Viral Hukrim Nasional

BERITA VIRAL – Usai aniaya istri hingga tewas, sang suami bersama rekannya atur skenario, seolah istrinya meninggal karena kecelakaan.

Sebelumnya, sang suami cemburu lalu emosi, karena istrinya menjadi pemandu karaoke. Bahkan, sempat pergi bersama pria lain. Padahal, sudah janji mau berhenti jadi pemandu lagu untuk karaoke. Sampai akhirnya aniaya istri hingga tewas.

Baca juga : Geger, Kades di Kerinci Video Call Dengan Wanita Tanpa Busana

Seperti di ketahui, Gara-gara cemburu Dedi Kurniawan warga Desa Kemiri Kecamatan Subah, tega menganiaya istrinya hingga tewas.

Setelah tewas, pelaku dan kedua temannya, DS serta MF membuat rekayasa. Hal ini lantaran seolah-olah istrinya Rena Yulianingsih, meninggal karena kecelakaan.

“Saya cemburu karena dia (istri) masih menyanyi di karaoke, dengan orang lain. Padahal sudah janji berhenti jadi PL (pemandu lagu),” katanya.

Ia mengaku, emosi tapi tidak berniat membunuh sang istri.

Kapolres Batang, Jum’at (27/11/20202) AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan peristiwa itu terungkap. Karena ada kejanggalan laporan kecelakaan, dari para tersangka.

Terungkapnya kejadian itu, saat Sabtu (21/11) pukul 06.00 WIB para tersangka datang ke Posek Limpung.

Mereka melaporkan kecelakaan, dan korban sudah berada di RSU Limpung, Kabupaten Batang.

Selanjutnya, petugas piket jaga Polsek Limpung dan petugas laka Sat Lantas Polres Batang melakukan pengecekan dan olah TKP. Serta cek korban laka.

Namun setelah di lakukan pengecekan, ternyata petugas curiga dengan keterangan para tersangka.

“Petugas polsek dan laka berkoordinasi dengan Sat reskrim Polres Batang, tentang laporan dari para tersangka,” jelasnya.

Polres Berhasil Dapat Keterangan

Akhirnya, Satreskrim Polres Batang berhasil mendapatkan keterangan, bahwa ada penganiayaan pada korban.

Kronologis kejadian, pada Sabtu (21/11) sekira pukul 02.00, Dedi menyuruh tersangka 2 untuk menjemputnya.

Lalu, Dedi dan tersangka 2 menuju ke kamar kos korban. Dedi masuk ke kamar kos.

“Saat masuk ke dalam kamar, korban sedang bermain handphone. Tersangka langsung merebut handphone korban, setelah melihat semua isi chat,” jelasnya.

Emosi, korban pun mematahkan ponsel korban. Kemudian di buang ke tempat sampah di luar.

Lalu, Dedi melakukan penganiayaan berulang kali, hingga empat kali.

Tersangka memukul kepala korban, menggunakan tangan kanan yang mengepal sebanyak tiga kali di atas springbed.

Masing-masing mengenai pelipis korban, sebelah kiri sebanyak sekali. Dan mengenai kepala korban bagian.

Lalu, memukul bagian belakang sebelah kiri sebanyak dua kali. Lalu menginjak korban, di bagian tulang rusuk atau iga. Serta penganiayaan lainnya, hingga korban tewas.

 

SumberKlik Disini