Tawarkan pesugihan, sepasang pasutri culik dan setubuhi gadis di bawah umur. Dikertahui, kejadian ini terjadi di Kabupaten Tebo, Jambi.

Tawarkan Pesugihan, Pasutri Culik dan Setubuhi Gadis Dibawah Umur

Berita Jambi Hukrim

BERITA JAMBI – Tawarkan pesugihan, sepasang pasutri culik dan setubuhi gadis di bawah umur. Dikertahui, kejadian ini terjadi di Kabupaten Tebo, Jambi.

Keduanya berdalih, korban yang  masih di bawah umur tersebut di rudapaksa sebagai tumbal dalam ritual mendapatkan ilmu gaib.

Mengutip suara.com, kejadian pasutri culik dan setubuhi gadis di bawah umur ini, bermula ketika I dan YN menawarkan pesugihan kepada nenek dan orangtua korban.

Namun, untuk memperoleh kekayaan dalam tempo yang singkat I dan YN memberikan syarat.

Persyaratan yang di ajukan ialah nenek korban harus menyediakan kain sarung, dan minyak fambo. Semuanya harus di letakkan di rumah pelaku.

Baca Juga : Sempurnakan Ilmu, Guru Silat Ini Cabuli Kedua Muridnya

Setelahnya, I dan YN mengundang nenek dan orangtua korban untuk datang melakukan ritual di rumah mereka.

Tapi, I dan YN mengklaim ritual yang mereka lakukan bersama tidak berhasil. Keduanya mengklaim, ada persyaratan yang belum di penuhi sehingga uang yang di harap ada secara gaib tidak muncul.

Pelaku lalu menawarkan ritual selanjutnya. Namun, dengan persyaratan membawa korban yang berinisial TM (13) dan RA (14), yang di mana  pelaku telah melihat kedua korban sebelumnya.

Akan tetapi, ritual yang di janjikan ternyata berujung kegagalan dan lebih parahnya, pelaku membawa kabur TM dan RA dengan di bantu oleh YN. Yang merupakan istri keempat pelaku.

Pelaku Lari Ke Hutan

“Pelaku membuat tempat tinggal di dalam hutan, namun ia tidak menetap di satu tempat, melainkan berpindah-pindah. Ia juga mencari pekerjaan untuk bertahan hidup,” ujar Kapolres Tebo AKBP Gunawan Trilaksono, Selasa (24/11/2020).

Lihat Juga : Viral, 2 Wanita Pamer Tubuh Pakai Mukenah, Bikin Geram

Gunawan menambahkan, selama di hutan pelaku juga melakukan persetubuhan terhadap kedua korban. Yang di  duga telah diguna-guna oleh pelaku.

“Pelaku mengakui selama 21 hari di hutan, kedua korban juga di setubuhi hingga puluhan kali,” ungkap Gunawan.

Dalam kasus ini, lanjut Gunawan, pihaknya menjerat pelaku dan istrinya dengan pasal 332 KUHPidana jo Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu, I saat di tanya wartawan juga mengakui telah menyetubuhi kedua korban hingga puluhan kali.

“Seingat saya dengan TM 20 kali dan dengan RA 12 kali. Perbuatan tersebut saya lakukan di samping istri saya,” ungkap I.

I menambahkan, perbuatannya itu murni karena hawa nafsu, tidak ada sangkut pautnya dengan ritual ilmu gaib.

“Saya khilaf, semua karena nafsu saya saja, tidak ada terkait ilmu gaib,” kata I memungkasi. (*).

Sumber : Suara.com