Khawatir dampak negatif yang akan dapat di alami siswa, terlalu lama belajar di rumah, berbagai solusi di dorong oleh Dinas Pendidikan Muaro Jambi.

Khawatir Dampak Negatif Siswa Belajar di Rumah, Ini Solusi Disdik Muaro Jambi

Berita Jambi Pendidikan

BERITA MUARO JAMBI – Khawatir dampak negatif yang akan dapat di alami siswa, jika terlalu lama belajar di rumah. Berbagai solusi pun di dorong, oleh Dinas Pendidikan Muaro Jambi.

Sebelumnya, sejak di landa wabah  Covid-19 pada akhir Maret 2020 lalu, mengakibatkan aktifitas belajar siswa di Provinsi Jambi umumnya terbatasi.

Baca juga : Program Berkaca Bupati Muaro Jambi, Lahir Dari Keprihatinan Belajar Daring

Tidak menutup kemungkinan, pelajar di Kabupaten Muaro Jambi pun, juga di haruskan mengikuti program belajar melalui online di rumah.

Hal ini pun, berjalan hingga saat ini. Tak ayal, dampak negatif yang kemungkinan terjadi ketika terlalu lama siswa belajar di rumah, kini menjadi beban pikiran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi.

Seperti di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, Erwanisah saat ditemui Dinamikajambi.com, di ruang kerjanya pada Jum’at (20/11/2020).

Ia mengkhawatirkan terjadinya perubahan mental kepada para siswa, jika di biarkan terlalu lama tidak sekolah secara offline.

Bilangnya, secara fisiologis pelajar ini sudah berubah. Hal tersebut, di akibatkan oleh berbagai latar belakang. Salah satunya karena kondisi ekonomi, yang mengharuskan mereka untuk ikut bekerja, guna membantu orangtuanya.

“Sehingga anak itu tiba-tiba mencoba untuk bekerja, dengan alasan membantu orang tua. Ikut dodos, atau malah jadi kuli bangunan,” terangnya.

Tak ayal, hal tersebut di khawatirkan jika pelajar ini sudah tau cari mencari uang sendiri, maka berat meraka untuk kembali ke sekolah.

Karena menurutnya, sudah bukan rahasia umum lagi, ketika seseorang sudah nyaman dengan kondisi yang di jalani. Apalagi, pikiran mereka sudah di pengaruhi oleh uang. Maka, pendidikan itu di anggap sudah tidak penting lagi.

“Kami yakin, ini akan terjadi ada anak-anak ini. Bisa saja mereka tidak mau lagi balek ke sekolah,” sambungnya.

Oleh karena itu, kekhawatiran ini lah yang terus menghantui Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Sehingga perlu di lakukan langkah, sebagai solusi agar hal buruk tersebut tidak terjadi.

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi

Solusi Yang Di Dorong Dinas Pendidikan

Sebagai solusi kongkrit, dalam mengatasi dampak negatif tersebut. Maka Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi, akan memberikan pelatihan terhadap anak-anak yang putus sekolah itu.

Karena, jika hanya di biarkan begitu saja, itu sama saja tidak membantu mencerdaskan anak bangsa. Dan program pemerintah wajib belajar 9 tahun, juga terbuang sia-sia.

“Ini lah tugas berat kita. Bagaimana terhadap pelajar yang putus sekolah ini. Nah itu lah, nanti kita kasih kegiatan. Kalau kita biarkan itu sama dengan  tidak membantu program pemerintah, yang wajib belajar setiap Kabupaten itu 9 tahun. Provinsi kn 12 tahun,” terangnya.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Kemudian, selain mendorong pelatihan, pihaknya juga masih menunggu kabar baik dari gugus tugas pusat. Di mana para siswa ini, di bolehkan untuk belajar tatap muka.

“Jika kabar itu telah ada, maka mereka akan segerakan tatap muka secara langsung,” tukasnya. (Tr06)