BERITA NASIONAL - Sejauh ini, sudah ada 3 siswa menjadi korban meninggal dunia akibat belajar online. Di antaranya berusia 8 tahun, hingga 16 tahun.

3 Siswa Meninggal Akibat Belajar Online, Ini Salah Satu Penyebabnya

Berita Viral Nasional Pendidikan

BERITA NASIONAL – Sejauh ini, sudah ada 3 siswa menjadi korban meninggal dunia akibat belajar online. Di antaranya berusia 8 tahun, hingga 16 tahun.

Selain itu, Salah satu dari 3 siswa meninggal dunia akibat belajar online ini, adalah anak MTs. Kok bisa, berikut penyebabnya.

Baca juga : Baru, Mobil Terbang Siap Dipasarkan, Cek Harganya Disini

Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI mendesak Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto untuk turun tangan memperhatikan kesehatan mental pelajar. Apalagi selama masa Pembelajaran Jarak Jauh, yang kini sudah memakan korban jiwa.

Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti mengatakan seharusnya Kementerian Kesehatan juga berperan aktif, menurunkan psikologi anak. Tentunya untuk mengawasi berbagai macam masalah kejiwaan warga, akibat belajar online.

“Karena problem kesehatan mental tinggi, FSGI meminta sesuai SKB 4 menteri kan ada juga disitu Kementerian Kesehatan. Maka Menteri Kesehatan mestinya punya peran, dalam mencegah dampak psikologis PJJ di masa pandemi,” kata Retno dalam diskusi virtual FSGI, Minggu (1/11/2020) dilansir dari Suara.com

Surat Keputusan Bersama

Terawan juga terikat dalam Surat Keputusan Bersama, 4 Menteri tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 ini.

Pada Masa Pandemi Covid-19 bersama Mendagri Tito Karnavian, Mendikbud Nadiem Makarim, dan Menag Fachrul Razi.

“Jadi kita mendorong upaya kementerian kesehatan kesadaran, untuk kesehatan mental dan jiwa, harus ada evaluasi. Negara harus hadir, kalau tidak anak-anak akan terus jadi korban. Mau berapa korban lagi sampai bisa yakin PJJ-nya bermasalah, kenapa harus menyangkal terus,” ucapnya.

Sejauh ini, sudah ada tiga siswa menjadi korban meninggal dunia, akibat belajar online.

Pertama anak berusia 8 tahun di Lebak Banten, yang disiksa orang tuanya karena stress, tak bisa mendampingi sang anak belajar online.

Kemudian, anak berusia 16 tahun di Gowa, Sulawesi Selatan yang menegak racun. Hal ini diduga karena stress terlalu banyak tugas, saat belajar online.

Dan terbaru, seorang siswa MTs di di Tarakan Kalimantan Utara ditemukan tewas gantung diri, di kamar mandi tempat tinggalnya di Kelurahan Sebengkok. Polisi setempat menyebut, korban pernah mengeluh beratnya belajar online.