Pekan ini, diketahui bahwa harga CPO amblas. Salah satu pemicunya adalah, impor India yang mulai rendah. Bagaimana dengan nasib harga Sawit di Jambi?

Harga CPO Ambles, Bagaimana Dengan Nasib Sawit di Jambi ?

Berita Bisnis Nasional

BERITA NASIONAL – Pekan ini, diketahui bahwa harga CPO amblas. Salah satu pemicunya adalah, impor India yang mulai rendah. Bagaimana dengan nasib harga Sawit di Jambi ?

Sebagaimana diketahui, hingga Rabu ini harga sawit di Jambi masih mengalami kenaikan. Akan tetapi, belum diketahui dengan pekan depan. Apakah makin menguat, atau merosot lagi seperti beberapa minggu lalu.

Bagaimana dengan Nasib harga sawit di Jambi. Nanti akan dilihat hasil rapat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, pada Kamis (22/10/2020) mendatang.

Baca juga : Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Mobil di Jambi Diamuk Massa

Sementara itu, diketahui juga Harga minyak sawit mentah (CPO) pada pagi awal pekan ini, Senin (19/10/2020) ambles cukup dalam. Turunnya harga minyak nabati substitusi, dan rendahnya impor India jadi pemicu utamanya.

Pada 10.30 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman Januari 2021, di Bursa Malaysia Derivatif Exchange, ambles 2,37% ke RM 2.802/ton. Ini merupakan level terendah, dalam tiga pekan terakhir.

Kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Komoditas Dalian tergelincir 1,38%, sementara kontrak minyak sawitnya turun 2,16%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade, juga turun 0,73%.

Penurunan harga minyak substitusi

Penurunan harga minyak substitusi sawit ini, menjadi sentimen negatif bagi harga CPO.

Reuters melaporkan, impor minyak sawit India pada September turun 27% ke level terendah dalam tiga bulan. Karena kurangnya permintaan dari hotel dan restoran, jika mengacu pada pernyataan Asosiasi Ekstraktor Pelarut India pada hari Jumat.

Sementara itu, pembelian minyak kedelai India justru melonjak 28% pada bulan tersebut. Karena permintaan rumah tangga yang lebih tinggi. Di India konsumsi minyak goreng untuk rumah tangga, lebih mengandalkan minyak kedelai.

Berita terkait : Hore, Harga Sawit di Jambi Minggu Ini Naik Lagi

Sementara untuk hotel dan restoran, lebih banyak menggunakan minyak sawit.

Negara Asia Selatan adalah importir minyak nabati terbesar di dunia, dan pembelian minyak sawit yang lebih rendah dapat membebani harga minyak sawit Malaysia.

Impor kedelai yang lebih tinggi, dapat mendukung harga kedelai AS.

India dilaporkan mengimpor 643.994 ton minyak sawit, pada September atau turun dari 879.947 tahun lalu. Begitu kata Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA), dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, Impor kedelai India bulan lalu mencapai 316.232 ton, sementara impor minyak biji bunga matahari turun 47%, menjadi 66.783 ton dari periode tahun lalu.

Tak hanya itu, India juga membeli minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, dan minyak lainnya. Seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari, dari Argentina, Brazil, Ukraina, dan Rusia.

Sumber : CNBC Indonesia