Kabar Baik Bagi Masyarakat Jambi, Pekan Ini Harga Sawit Kembali Naik

Kabar Baik Bagi Masyarakat Jambi, Pekan Ini Harga Sawit Kembali Naik

Berita Bisnis Berita Jambi

JAMBI – Kabar baik bagi masyarakat di Provinsi Jambi, khususnya petani kelapa sawit. Pasalnya, harga TBS Sawit pekan ini kembali naik, meskipun tak begitu signifikan.

Pun demikian, lonjakan harga TBS sawit pekan ini, paling tidak mampu membuat para petani bernafas lega. Apalagi, saat ini perekonomian tengah dicekik oleh wabah covid-19.

Tentu, selain menjadi kabar baik, harga TBS sawit yang kembali naik ini setidaknya bisa membantu masyarakat di Provinsi Jambi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca juga : Nyeleneh, Poster Demo Mahasiswa di Jambi, Dari Soal Mantan Hingga Open BO

Sebagaimana diketahui, dari hasil rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, bersama pihak terkait dan Pemerintah Kabupaten/Kota, pada Kamis (08/10/2020) lalu.

Dari hasil rapat tersebut, disampaikan bahwa harga sawit di Provinsi Jambi pekan ini mengalami kenaikan. Dimana harga TBS Sawit umur 10-20 tahun awalnya Rp. 1.896,74 perkilogram, menjadi  1.899,87 perkilogram.

Seperti yang disampaikan oleh Putri Rainun, selaku Kepala Bidang standarisasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi Jambi, saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2020).

Ia mengatakan bahwa harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi  periode 09 sampai 15  oktober 2020 ini, terjadi kenaikan. Meskipun tak signifikan.

Berdasarkan Hasil Rapat

Berdasarkan hasil rapat mereka kemarin, diputuskan penetapan harga rata-rata CPO Rp. 8.646,18, Inti Sawit Rp. 4.238,60 dan Indeks K  89,86 persen.

“Sedangkan Harga TBS umur 10-20 tahun, sebesar Rp. 1.899,87 perkilo. Terjadi kenaikan harga sebesar Rp. 3,13 perkilo, dari periode yang lalu. Dan kenaikan harga rata-rata TBS menurut umur tanaman, yakni sebesar Rp.4,19 perkilo,” jelasnya.

Lihat juga video : Geger, Pelajar Serang DPRD Kota Jambi

Ia juga menambahkan, bahwa harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan tersebut, hanya diperuntukkan bagi petani yang sudah bermitra saja. Sedangkan untuk petani swadaya, yang belum membentuk kelompok tadi atau perseorangan, tetap tergantung bagaimana cara mereka menjualnya.

Oleh karena itu, ia terus menghimbau kepada masyarakat, khususnya petani di Provinsi Jambi untuk membentuk sebuah kelembagaan. Hal itu, guna membantu petani, baik dari perawatan perkebunan, maupun mendapatkan harga yang lebih baik lagi. (Tr06)