Tak Sengaja Menjadi Aktor Panas, Ini Sejarah dari Kakek Sugiono

Tak Sengaja Menjadi Aktor Panas, Ini Sejarah dari Kakek Sugiono

Berita Viral Nasional

JAKARTA – Tak sengaja menjadi aktor panas, sepertinya kata itu lah yang tepat untuk pria bernama Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono. Namun,  Tokuda atau sering di sapa kakek Sugiono ini bangga menjadi salah satu aktor di industri film tersebut.

Selain itu, jauh sebelum jadi perbincangan di indonesia karena foto dirinya disandingkan dengan Wakil Presiden Ma’aruf Amin, ia tak pernah menyangka kehidupannya akan menjadi seperti sekarang.

Dilansir dari CnnIndonesia.com, Tokuda tak sengaja menjadi aktor film panas Kakek Sugiono ini, merupakan Pria yang lahir pada tahun 1934. Mulanya bekerja pada agen perjalanan, yang bermarkas di Ibu Kota Jepang, Tokyo.

Sewaktu ia masih menjadi agen perjalanan, ia kerap membeli membeli video film-film panas itu langsung dari kantor rumah produksi film.

Secara tak sengaja hal itu mempertemukan Tokuda dengan salah satu rumah produksi yang membuat film panas tersebut. Dan sang sutradara tersebut meminta Tokuda untuk membintangi film dewasa untuk kategori lansia.

Ketika memulai, saya baru berusia 59 tahun jadi saya tidak benar-benar berperan untuk orang tua. Meski demikian, tidak banyak aktor seusia saya dalam bisnis ini dan berlanjut sejak saat itu,” kata Tokuda seperti dilansir South China Morning Post, 2017 lalu.

Sementara Tokuda menjadi aktor film dewasa pada tahun 1993, ia tidak langsung berhenti dari perusahaan perjalanan. Tokuda benar-benar berhenti dari perusahaan perjalanan pada tahun 2004. Dan sejak itu ia sepenuhnya menjadi aktor film dewasa.

Mendapat Penghargaan Guinness World Record

Hingga saat ini, Tokuda telah tampil dalam kurang lebih 400 judul film dewasa, lantas hal ini membuat ia memenangkan penghargaan dari Guinness World Records sebagai aktor tertua yang bekerja dalam industri film dewasa pada tahun 2004.

Baca Juga : Lagi Menindih PSK, Kakek Berusia 56 Tahun Ini Meregang Nyawa

Bagi Tokuda, kesulitan menjadi aktor film dewasa adalah tidak diberikan informasi dari jauh-jauh hari sebelum syuting, berbeda dengan sang aktris. Ia sering kali diberi tahu cerita dan lawan setelah sampai di lokasi syuting.

“Setelah saya mengetahui apa yang harus dilakukan dan dengan siapa, saya harus mempersiapkan karakteristik aktris yang berbeda, mencari tahu apa yang membuat film ini berhasil dan detail yang diperlukan agar film ini sukses,” kata Tokuda.

Lihat Juga : klik disini

Selain itu, Tokuda juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan aktris muda yang berusia kisaran 20 tahun. Ia tidak tahu bahan pembicaraan dengan lawan main yang usianya terpaut jauh.

Oleh karena itu, ia lebih nyaman dengan aktri dengan kisaran umur 30 sampai 50 tahun. Namun sayangnya, tak banyak aktris yang masih menjadi aktris film dewasa pada usia itu.

Tokuda juga mengaku bangga dengan pekerjaannya. Setiap kali mendapat tawaran dalam film porno, ia selalu berusaha memberikan penampilan terbaiknya.

“Sangat menyenangkan untuk merasa diinginkan atas keterampilan yang saya miliki dan saya akan terus bekerja (dalam industri film dewasa) selama saya diinginkan,” jelas Tokuda.

 

Sumber : cnnindonesia.com