Siap Gelontorkan 200 Juta 1 Desa, CE : Desa Adalah Denyut Nadi Ekonomi

Siap Gelontorkan 200 Juta 1 Desa, CE : Desa Adalah Denyut Nadi Ekonomi

Berita Jambi Berita Politik

JAMBI – Menjadi Gubernur terpilih nanti, CE siap gelontorkan 200 juta 1 desa. Karena menurutnya, desa adalah denyut nadi untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, maupun daerah.

Oleh karena itu, ia berkomitmen dan siap gelontorkan 200 juta 1 desa ini, jika terpilih jadi Gubernur Jambi. Tak hanya itu saja, rencana ini sudah menjadi program unggulan yang wajib ia realisasikan bersama Ratu Munawaroh Zulkifli nanti.

Baca juga : Promo Happy Break Odua  Weston Jambi Siap, Cukup 36.000 Loh

Sebagaimana diketahui, ia dikenal sebagai bupati pelopor program Seratus Juta Satu Desa (Serjusade) di Sarolangun.

Tak ayal kandidat kuat Cawagub Jambi Drs H Cek Endra, bersiap membawa program yang Duta Desa ini, jika terpilih memimpin Jambi nanti.

Diketahui, Duta Desa adalah singkatan dari dua ratus juta satu desa. Nah program ini lah yang nanti akan dibawanya, jika terpilih jadi Gubernur Jambi nanti.

Seperti yang disampaikan CE, bahwa pembangunan desa memang sangat bertumpu, dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah. Baik itu pemerintah daerah maupun pusat.

Saat Memimpin Sarolangun

Karena itulah, saat memimpin Sarolangun, CE mengguyur desa dengan anggaran Rp 100 Juta per desa. Kemudian, dirinya menambahkannya, menjadi Rp 200 juta dengan nama P2DK .

“Ya, kalau di Sarolangun dikenal dengan Serjusade. Jika saya nanti diberi amanah Allah SWT menjadi gubernur, maka akan kita guyur Dua Ratus Juta Rupiah untuk satu desa (Duta Desa).” terang kandidat, yang berpasangan dengan Ratu Munawaroh tersebut.

Selanjutnya, CE juga mengatakan bahwa jumlah bantuan tersebut sudah dikaji dan dipikirkan secara matang, baik itu dari segi asal anggaran maupun pola pendistribusian.

Lanjut CE, sebagai bukti, selama di Sarolangun program Serjusade, dapat berjalan dengan baik.

Lihat juga video : Klik Disini

“Alhamdulillah, di Sarolangun berjalan dengan lancar. Saya tidak berjanji dan itu sudah terbukti. Jika memang nanti saya terpilih, program ini masuk dalam kategori unggulan yang wajib terealisasi,” jelasnya.

“Kita sama-sama ketahui, desa adalah denyut nadi ekonomi. Kalau insfratruktur tidak diperhatikan, pasti kegiatan ekonomi masyarakat dalam membawa hasil pertanian akan terganggu,” tandasnya. (*)