Humas KPK Mundur, Akibat Polemik Politik Dan Hukum?

Humas KPK Mundur, Akibat Polemik Politik Dan Hukum?

Berita Politik Nasional

JAKARTA – Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menyatakan mundur dari jabatannya dan sekaligus sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Mantan juru bicara itu telah mengirim surat ke Sekretaris Jenderal bertanggal 18 September 2020.

Dilansir dari Tempo, Febri mundur karena “kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK”.

Baca Juga : Kawal Penanganan Covid-19, Gubernur Jambi Siap Dukung KPK

Baca Juga : Swiss-Belhotel Jambi Meluncurkan Produk Spesial Minuman

Hal itu berkaitan dengan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang oleh para aktivis antikorupsi dinilai memangkas kekuatan lembaga itu. Menurut aturan baru, semua pegawai komisi antikorupsi akan beralih menjadi aparatur sipil negara alias pegawai negeri sipil.

Lihat Juga : klik disini

Dalam suratnya, Febri Diansyah meminta sekretariat jenderal KPK memproses pemberhentiannya dari jabatan sebagai Humas KPK  hingga 18 Oktober 2020.
Selain itu, dari surat pengunduran diri yang diperoleh detik.com, Febri diketahui telah mengajukan pengunduran diri sejak 18 September 2020.
Tak hanya itu, surat pengunduran diri Febri Diansyah ini, juga ditujukan kepada Pimpinan KPK, Sekjen KPK, dan Kepala Biro SDM KPK.
Ia menyatakan akan menyelesaikan semua proses yang berkaitan dengan tugas dalam jangka waktu tersebut. Dan juga Febri Diansyah belum berkomentar tentang informasi ini.

Febri Diansyah bergabung ke KPK setelah menjadi aktivis di Indonesia Corruption Watch.

Ia ditunjuk menjadi juru bicara KPK pada tahun 2016 dan berakhir tahun lalu, tak lama setelah Firli Bahuri memimpin lembaga itu.