SPBU Pamenang Jadi Sorotan, Pengendara Malah Dimarah Petugas

SPBU Pamenang Jadi Sorotan, Pengendara Malah Dimarah Petugas

Berita Bisnis Berita Jambi Berita Viral

JAMBI – SPBU di kawasan Pamenang Kabupaten Merangin, mulai jadi sorotan publik. Mengingat pengendara yang antri dibuat kesal, dan malah dimarah oleh petugasnya.

Sebelumnya diketahui, SPBU yang berada di kawasan Pamenang Kabupaten Merangin, tepatnya sebelum simpang Desa Muaro Belengo itu tengah jadi sorotan.

Baca juga : Pecinta Kuliner Jambi, Yuk Intip Menu Spesial Swiss-Belhotel Bulan Ini

Bagaimana tidak, SPBU tersebut sering terlihat mengabaikan pengendara roda dua, yang tengah ikut mengantri panjang.

Hal tersebut lantaran petugas yang kerap mendahului pelayanan kepada masyarakat setempat, yang main terobos saat mengisi BBM.

Padahal, deretan tempat pengisian BBM tersebut, banyak pengendara yang tengah mengantri.

Pun demikian, karena ada pengendara yang berasal dari desa setempat, petugas pun langsung melayaninya. Sehingga, orang-orang yang antri terkesan diabaikan. Ada apa?

Kejadian seperti ini bukan hanya sekali dua kali saja, bahkan hampir setempat warga setempat menerobos antrian dari depan, petugas selalu mendahulukan pelayannya. Tanpa mempertimbangkan, orang-orang yang mengantri.

Tak ayal, perkara ini pun menjadi sorotan bagi publik. Padahal semua pengendara yang mengisi BBM di SPBU tersebut, memiliki hak yang sama untuk dilayani dengan baik oleh petugas.

Selain itu, di SPBU Pamenang ini juga banyak diisi oleh para pelangsir minyak eceran. Bahkan dalam satu hari, itu bisa dua hingga tiga kali mengisi.

Akibat tidak maksimalnya pelayanan petugas SPBU tersebut, salah satu pengendara akhirnya berang.

Mereka mengeluh, karena petugas seperti mengabaikan hak pengendara lain yang tengah mengantri.

Awal Mula Petugas Marah ke Pengendara

Awal kejadian tersebut, bermula saat seorang pengendara dengan inisial AD, mengantri di SPBU tersebut.

Namun AD dibuat kesal, karena petugas yang terus melayani pelansir minyak eceran, yang  mengisi BBM di SPBU tersebut.

“Kan saya lagi antri minyak berpapasan dengan pelangsir minyak eceran. Terus Saya terobos, karena saya pikir pelangsir ni kan bisa sambilan. Tapi malah dimarah sama petugas,” kata AD, Selasa (01/09/2020).

AD tidak bermaksud untuk menyimpang dari antrian, akan tetapi para pelangsir minyak eceran tersebut banyak, dengan membawa galon lebih dari satu.

“Jadi yang saya kesalkan itu, kenapa petugas tidak membatasi untuk pengecer ini. Padahal kan butuh BBM ini masih banyak, seperti mahasiswa, buruh angkutan dan sebagainya.” Bilangnya.

Apalagi bilangnya, para pengecer minyak ini tiap hari ngisi BBM di SPBU tersebut. Bahkan bisa dua hingga tiga kali sehari.

“Tapi saya malah dimarah sama petugasnya. Dia bilang gini, apo nian pangkat kau. Kan bisa bilang baik-baik, bukan gini juga caranya. Minyak ini kan buat masyarakat luas, bukan cuma untuk pedagang eceran Bae,” tegasnya menggunakan bahasa daerahnya.

Belum lagi, kata AD SPBU tersebut sering melayani pengendara yang notabennya adalah warga sekitar. Padahal, yang antri banyak.

“Biasanya Petugas ini melayani orang Pamenang, yang main terobos be kedepan. Padahal yang antri banyak tu, apa dong maksudnya. Apakah karena warga sekitar, yang perlu diutamakan. Sedangkan warga diluar Pamenang diabaikan, walaupun sudah mengantri lama,” ungkapnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Untuk itu, ia berharap kedepannya SPBU ini dapat mendahulukan perannya sebagai petugas pelayanan, tanpa pandang bulu.

“Jadi tidak ada lagi pengendara yang merasa diabaikan. Sebab disini kita sama-sama butuh. Mau siapapun, dari mana pun, kalau mau ngisi BBM harus ikut antri. Jangan karena masyarakat setempat, seenaknya. Petugasnya pun, juga harus berlaku adil.” Tandasnya. (Nrs)