Kasus kekerasan Wagirin (52) viral dan jadi sorotan publik. Sebulan lalu pukuli sopir batu bara, mantan polisi jadi buronan Polsek Jambi Timur.

Sebulan Lalu Pukuli Sopir Batu Bara, Mantan Polisi Jadi Buronan

Berita Viral Hukrim

JAMBI – Kasus kekerasan Wagirin (52) viral dan jadi sorotan publik. Sebulan lalu pukuli sopir batu bara, mantan polisi jadi buronan Polsek Jambi Timur.

Nitra Vianto (34) alias boy diketahui merupakan mantan anggota polri. Ia dipecat dengan tidak hormat lantaran terjerat kasus narkoba.

Informasi yang dihimpun, Boy juga pernah masuk dalam sel dengan kasus kekerasan seperti saat ini Ia dilaporkan ke polisi dengan STPL/B-1/VII/2020 Polsek Jambi Timur.

Mantan personil Brimob harus mempertanggung jawabkan perbuatannya lebih sebulan lalu atau tepatnya pada Sabtu (25/7/2020) sekira pukul 17.48 Wib di Pasar 46 Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan boy, membuat Wagirin lebam dan memar. Kemudian Wagirin melaporkan hal itu pada Minggu (26/7/2020).

Kejadian pada bulan lalu itu, akhirnya membuat Boy, mantan polisi jadi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan Polsek Jambi Timur yang dipimpin AKP Rinto.

Berita Terkait : Soal Pemukulan Sopir Batu Bara, Ini Kata Kapolsek Jambi Timur

Baca Juga : Gara-gara Kasus Penganiayaan, Polsek Ciracas Diserang OTK

Lihat Video : Cerita Pasien Covid-19 Merangin Selama di Rumah Sakit

Warga RT 04 RW 01 Desa Muara Kumpe Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi diburu polisi di Kota Jambi maupun tempat tinggalnya.

Namun dalam perkembangan kasus ini, sejumlah kejanggalan tercium pihak keluarga. Salah satunya pada soal visum.

“Masa Visum itu, setengah bulan baru keluar,” ungkapnya pada Dinamikajambi.com

Rendi sendiri, ikut dalam pengurusan kasus ini. Ia terus memantau perkembangan kasus.

Anehnya Kasus Penganiayaan Sopir Batu Bara

Selanjutnya, masih dikatakan Rendy, bagaimana keanehan ini juga terlihat dari upaya yang dilakukan. Beberapa hal dibeberkannya pada awak media.

Yang paling aneh, saat korban diminta untuk datang ke Jambi. Wagirin diminta datang ke Jambi, untuk datang ke rumah tersangka di Muaro Kumpeh, Muaro Jambi.

Lah, kok terbalik? Kok korban pemukulan datang ke rumah tersangka? Siapa yang meminta hal seperti itu?

Anehnya Kasus Sopir Batu Bara, Korban Penganiayaan Malah Disuruh ke Rumah Tersangka?