Soal Pemukulan Sopir Batu Bara, Ini Kata Kapolsek Jambi Timur

Soal Pemukulan Sopir Batu Bara, Ini Kata Kapolsek Jambi Timur

Berita Jambi Hukrim

JAMBI – Terkait pemukulan sopir batu bara, Wagirin (52) warga Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari terus jadi sorotan. Kapolsek Jambi Timur, AKP Rinto angkat bicara.

Sebelumnya diketahui, pemukulan atau penganiayaan sopir batu bara tersebut, terjadi saat angkutan yang dibawanya berhenti di lampu merah di kawasan Jambi Timur. Tepatnya di Jalan Baru, depan Pasar 46.

Baca juga : Bentuk Relawan Anti Narkoba, BNNP Jambi Gandeng Youtuber dan Selebgram

Tak lama setelah itu, Seorang pria datang yang diketahui adalah manta pecatan Anggota Brimob di Jambi, lantas menyerang dirinya.

Mendapatkan serangan fisik pada Sabtu (25/7/2020) lalu sekira pukul 17.48 Wib, membuat lebam atau memar pada bagian tubuh Wagirin sang sopir batu bara.

Kasus Penganiayaan yang ia alami ini, lantas dilaporkan ke Polsek Jambi Timur dengan STPL/B-1/VII/2020 Polsek Jambi Timur.

Namun dalam perkembangan kasus ini, sejumlah kejanggalan tercium pihak keluarga. Salah satunya pada soal visum.

“Masa Visum itu, setengah bulan baru keluar,” ungkap Rendi anak korban pada Dinamikajambi.com.

Rendi sendiri, ikut dalam pengurusan kasus ini. Ia terus memantau perkembangan kasus.

Kata Kapolsek

Menanggapi hal tersebut, AKP Rinto membenarkan bahwa pihak ada menerima laporan, terkait penganiayaan sopir batu bara itu.

Katanya, saat kasus tersebut sudah dilakukan penyidikan, dan pelaku sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencairan Orang (DPO).

“Sudah ditindaklanjuti. Saat ini pelaku sudah DPO,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan bahwasanya, yakni Syahril selaku Kanit I Reskrim Polsek Jambi Timur saat ditemui Dinamikajambi.com, pada Rabu (26/08/2020) pukul 18.00 wib.

Syahril mengatakan bahwa usai menerima laporan dari korban, pihaknya tindaklanjuti untuk prosesor pemeriksaan awal, yakni berita acara wawancara.

“Kemudian langsung proses penyidikan, terbitlah surat lidik. Terus ternyata benar, bahwa ini ada pidananya. Kemudian kami naiklah ke tingkat penyidikan,” ujarnya.

Setelah itu, bilangnya diproses hingga diberitahukan kepada pelapor. Bahwa laporan tersebut sudah ditangani.

“Selanjutnya, kami layangkanlah kepada saksi-saksi yang melihat. Semuanya kami periksa, kemudian kami fokus gelar lagi. Gelar kedua, bahwa si Boy ini adalah pelakunya. Makanya kami buat surat penangkapan,” terangnya.

Akan tetapi, setelah dilakukan dua kali penangkapan di rumah Boy. Namun si pelaku sedang tidak ada. Akhirnya Polsek Jambi Timur, jadikan DPO.

“Karena tidak ada di rumah saat penangkapan, maka kami langsung bikin DPO.” Jelasnya.

Disinggung soal oknum yang meminta pihak korban mendatangi rumah pelaku, untuk minta maaf ?

Syahril membantah, bahwa ia mengaku tidak ada pihaknya yang melakukan hal seperti informasi yang diperoleh media ini.

“Saudara liat sendiri, perkara ini sudah kami tindaklanjuti, pelakunya sudah ditetapkan. Jadi kalau ada kabar burung mengatakan ada anggota kita seperti ini, seperti itu, itu tidak benar.” Bebernya.

Lihat juga video : Klik Disini

Tak hanya itu, soal adanya oknum yang membantu pelaku untuk membuat laporan palsu, alias meringankan tuduhan pelaku juga dibantah Syahril.

“Itu tidak benar, buktinya perkara ini kan kita proses hingga jadi DPO. Kalau emang benar, pasti perkara ini kan tidak jalan.” Imbuhnya.

Beda Dengan Keterangan Korban

Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar bagi publik. Mengingat pihak korban mengatakan bahwa ada oknum Polsek Jambi Timur, yang memintanya untuk minta maaf.

Selain itu, korban juga bilang bahwa oknum Polsek juga diduga membantu pelaku, dengan menganjurkan oknum membuat laporan dengan mendatangkan saksi palsu. Ada apa? (Red)