Parah, Bayi Baru Lahir Dijual Seharga Rp. 30 Juta

Parah, Bayi Baru Lahir Dijual Seharga Rp. 30 Juta

Berita Viral Nasional

KALBAR – Entah apa yang merasuki seorang para pelaku ini. Pasalnya, baru seoarang bayi baru lahir dijual dengan harga Rp. 30 Juta.

Sebelumnya diketahui, bahwa ada lima pelaku yang berhasil diamankan pihak kepolisian. Dimana pelaku diduga baru ingin menyerahkan uang Rp. 30 juta itu, pada ibu dari bayi yang mereka beli.

Baca juga : Dari 11 Kabupaten/Kota di Jambi, Hanya Merangin Zona Hijau

Parahnya lagi, saat itu ibunya masih terbaring usai bersalin. Tak ayal, hal ini menjadi sorotan publik, mengingat bayi yang baru lahir tersebut dijual.

Pelaku Ditangkap

Anggota Tim Resmob Ditreskrimum Polda Kalimantan Barat (Kalbar), menangkap lima pelaku penjualan bayi di klinik bersalin, yang berada di Kabupaten Kubu Raya Kalbar.

”Dalam kasus itu lima pelaku, dan uang tunai sebesar Rp. 30 juta, yang diduga dipergunakan untuk transaksi diamankan polisi,” terang Dirreskrimum Polda Kalbar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Jumat (21/08/2020).

Keterangan Polisi

Masih dari keterangan Luthfie, polisi berhasil mengungkap kasus ini berawal dari Tim Resmob Ditreskrimum Polda Kalbar, yang mendapatkan informasi dari masyarakat. Dimana saat itu ada yang menyebutkan klinik bersalin berinsial BM, di Kubu Raya telah terjadi transaksi penjualan anak atau bayi.

Setelah menerima informasi itu tim langsung mendatangi TKP, dan melakukan rangkaian penyelidikan.

Setibanya di lokasi, tim berhasil mendapati beberapa orang yang diduga pelaku, yang akan melakukan transaksi penjualan bayi tersebut.

”Di lokasi klinik bersalin BM tersebut, polisi mendapati seorang perempuan berinsial E dan TA. Sedangkan E akan membeli bayi dan TA, yang membantu untuk mengambil bayi,” terangnya.

Dari tangan kedua pelaku, petugas mendapatkan uang tunai sebesar Rp 30 juta milik E, yang akan diserahkan kepada ibu bayi itu.

”Ibu bayi berinsial J, masih terbaring di kamar bersalin. Sedangkan bayi sudah dipegang seorang pengasuh, yang berada di dalam mobil,” ungkap Luthfie.

Selain itu, dari lokasi klinik bersalin dan interogasi awal kepada para pelaku, tim melakukan pengembangan. Kemudian, mereka memperoleh satu nama, yang menjadi perantara untuk melakukan jual beli bayi tersebut.

”Pengembangan di lokasi klinik, mengarah ke pelaku lain, berinisial F sebagai perantara. Petugas melakukan pengejaran, dan berhasil diamankan di daerah Tanjung Raya II Pontianak Timur,” tutur Luthfie Sulistiawan.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam dikenakan Pasal 83 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan, atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

SumberPojoksatu.id