Selama 2020, Ditemukan 6.000 Meter Lahan Terbakar di Tanjabbar

Selama 2020, Ditemukan 6.000 Meter Lahan Terbakar di Tanjabbar

Berita Daerah

TANJABBAR – Selama tahun 2020 ini, ditemukan ada sekitar 6.000 Meter luas lahan terbakar di Kabupaten Tanjabbar. Hal ini disampaikan oleh BPBD setempat.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga kini masih saja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, salah satunya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca juga : Oknum Kades di Muaro Jambi Kabur, Setelah Suami Selingkuhan Masuk

Di Kabupaten pesisir ini setidaknya dari Januari hingga Juli 2020, ditemukan sudah ada 6000 meter, kawasan lahan yang terbakar di Tanjabbar.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulkifli pada Selasa (11/08/2020).

Ia menyebutkan, bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabbar, yang sudah terbakar selama Januari hingga Juli ini.

“Kalau rekap kita itu sudah 6000 meter luas lahan yang terbakar. Itu dari Januari sampai Juli, dan kemarin kan di Polres sudah ada di tetapkan TSK nya,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, kebanyakan lahan yang dibakar merupakan milik masyarakat secara pribadi. Dimana tujuannya akan diolah, menjadi perkebunan atau cetak sawah.

“Ini kan lahan bukan terbakar. Artinya sengaja dibakar, dengan tujuan untuk membuka lahan baru. Mindset ini yang menjadi kendala utama kita, agar tahun ini tidak lagi terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Melibatkan Seluruh Elemen

Sejauh ini kata Zul, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, untuk mencegah terjadinya karhutla. Diantaranya gencar melakukan sosialisasi, dengan melibatkan seluruh elemen perangkat Kecamatan, desa, TNI, Polri dan Babinsa serta Babinkamtibmas.

“Tinggal lagi bagaimana masyarakat mengubah mindset, untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan mau gampangnya, sementara dampaknya tidak di pikirkan. Kalau satu sudah lakukan, yang lain pasti akan ikut. Andai kata tiap desa lima orang yang bakar, maka ke depan akan terjadi kabut asap,” bebernya.

Ia juga menyampaikan, bahwa upaya yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, agar membuka lahan dengan tidak membakar. Serta bisa dilakukan dengan cara manual.

Lihat juga video : Klik Disini

Ini pun kata dia, hasil sisa sampah atau rumput yang dibersihkan, bisa dijadikan pupuk.

“Kan ada gerakan dari Polres untuk membuat kompos. Ini bisa dilakukan masyarakat, karena ini juga bernilai ekonomis. Dan bisa dimanfaatkan hasil dari komposnya,” pungkasnya. (hry)