Keberatan Ditahan, Wanita Ini Gugat Praperadilan Bareskrim Polri

Keberatan Ditahan, Wanita Ini Gugat Praperadilan Bareskrim Polri

Hukrim

JAKARTA – Tolak ditahan oleh pihak kepolisian, wanita ini malah ajukan gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri.

Diketahui, Tim Advokat Pembela Anita Kolopaking, secara resmi mengajukan gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri, atas penahanan kliennya yang merupakan pengacara Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Baca juga : Lagi, 5 Tambahan Pasien Positif Covid-19 di Jambi Hari Ini

Juru bicara Tim Advokat Pembela Ibu Anita Dewi Kolopaking, RM Tito Hananta Kusuma menyatakan keberatan, dengan penahanan Bareskrim Polri terhadap Anita.

“Anita Kolopaking telah menandatangani berita acara, penolakan penahanan karena tidak terima dengan penahanan yang dilakukan terhadap dirinya. Dan kami sudah mendaftarkan gugatan praperadilan, ke pengadilan negeri terhadap upaya penahanan tersebut,” kata Tito, Minggu (9/8/2020).

Menurut Tito

Menurut Tito, Anita tidak perlu ditahan sebab kliennya bersikap kooperatif, tidak akan melarikan diri. Dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

“Tetapi kenapa penahanan tetap dilakukan? Jadi kami melakukan upaya praperadilan untuk menguji penetapan tersangka, dan penahanan terhadap Ibu Anita Dewi Kolopaking,” ucapnya.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri, langsung menahan Anita selama 20 hari. Setelah melakukan pemeriksaan terkait surat jalan Djoko Tjandra, pada Sabtu (8/8/2020).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setyono, mengatakan Anita diperiksa penyidik hingga pukul 04.00 WIB dini hari tadi. Hasil itu pula lah yang membuat Anita diputuskan, untuk ditahan dalam 20 hari ke depan.

“Pagi ini tanggal 8 Agustus 2020 sampai dengan 20 hari ke depan, yang bersangkutan ditahan di Rutan Bareskrim Polri,” kata Awi kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Selama pemeriksaan tersebut, Awi mengatakan, Anita dicecar sebanyak 55 pertanyaan. Kendati begitu, Awi belum membeberkan alasan, mengapa Anita dilakukan penahanan.

Dalam skandal kasus ‘surat sakti’ Djoko Tjandra ini, Anita ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (30/7/2020) lalu.

Penetapan status tersangka dilakukan penyidik, setelah memeriksa 23 saksi dan melakukan gelar perkara.

Hasilnya, Anita Kolopaking dipersangkakan, telah melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP berkaitan, dengan pembuatan surat palsu.

Selain itu, dia juga dipersangkakan telah melanggar Pasal 223 KUHP.  Yakni memberi bantuan atau pertolongan, terhadap Djoko Tjandra selaku buronan untuk meloloskan diri.

Atas perbuatannya, Anita Kolopaking pun terancam hukuman, maksimal 6 tahun penjara.

SumberSuara.com