MAN 3 Jambi Tak Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

MAN 3 Jambi Tak Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Berita Daerah Pendidikan

JAMBI – Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Institusi pendidikan, MAN 3 Kota Jambi tidak terapkan belajar tatap muka.

Selain itu, pihak sekolah juga menekankan perketat protokol kesehatan, bagi segenap guru, petugas tata usaha, security dan tamu maupun pengunjung yang memiliki kepentingan di sekolah tersebut.

Baca juga : Bangunan SDN 86/IX di Muara Jambi Terbengkalai, Ini Jawaban Disdikbud

Perketatan dimulai dari sejak memasuki pintu gerbang sekolah, dilakukan pengecekan suhu badan dengan thermo gun.

Selanjutnya, mereka juga wajib mengenakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Pantauan di lapangan, MAN 3 Kota Jambi pada Rabu, (05/08/2020) keadaan masih tampak lengang, karena tidak ada pembelajaran tatap muka. Hanya segenap guru, tata usaha, Security dan Kepala sekolah yang tampak hadir.

Pun demikian, alasan dan dasar  yang kuat dengan tidak dilaksanakannya pembelajaran tatap muka, lantaran sudah menerima surat dari Kementerian Agama.

“Kami tidak melaksanakan  pembelajaran tatap muka, dengan alasan yang kuat berdasarkan surat yang kami terima dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Yang tertanggal 28 Juli 2020,Nomor : B -2807/kw.05.02/PP.00/07/2020.” Kata Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 3 (MAN 3), Drs.Zakri K,M.Pdi, Kamis (06/08/2020).

Adapun isi surat tersebut adalah sebagai berikut :

“Memperhatikan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan, Nomor: 01/KB/2020. Menteri Agama Nomor : 516 Tahun 2020, Menteri Kesehatan Nomor : HK.03.01/MENKES/363/2020 dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 440-882  Tahun 2020. Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun Akademik 2020/2021, di masa pandemi Coronavirus Disease(Covid-19).

Dengan itu, pihak sekolah diminta lakukan hal-hal sebagai berikut :

  1.  Madrasah dalam jenjang RA,MI,MTS dan MA dalam Provinsi Jambi, yang berada pada zona Kuning, Oranye, dan merah. Melaksanakan metode pembelajaran daring, luring dan kombinasi.
  2. Madrasah yang berada pada daerah kategori zona hijau, dapat melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka. Atelah memenuhi syarat-syarat di bawah ini ;

a. Mengisi formulir/daftar periksa pada laman Emis madrasah, untuk menentukan kesiapan madrasah.

b. Madrasah sudah menyiaplan protokol kesehatan dan keselamatan.

c. Orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya, melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

d. Mendapat izin tertulis dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, bagi madrasah jenjang RA,MI dan MTS dan izin tertulis dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Bqgi Madrasah Aliyah(MA).

e.Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, sesuai dengan kewenangannya pada zona hijau, wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di madrasah. Dan melakukan belajar dari rumah (BDR), apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, atau tingkat resiko daerahnya berubah.

3. Mekanisme pembelajaran berpedoman pada panduan kurikulum darurat pada madrasah sesuai Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor;2791 tahun 2020.

4. Madrasah melaporkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh/tatap muka secara berkala perbulan yang diketahui oleh pengawas madrasah kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota bagi madrasah jenjang RA,MI dan MTS dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi bagi Madrasah Aliyah(MA).

Meski siswa tidak hadir, bilangnya  segenap guru tetap melangsungkan pembelajaran dari sekolah, kepada peserta didik melalui daring.

Hanya saja masih ada kendala, seperti tidak semua orang tua siswa memiliki hp android. Pembelajaran pun, memakai sistim Elektronik learning (E-Learning).

Lihat juga video : Klik Disini

“Segenap guru dan pegawai yang ada di sekolah juga ekstra ketat, seperti melaporkan Rencana Proses Pembelajaran, absensi, dan aktivitas lainnya. Yang berkenaan dengan pendidikan, melalui Presensi secara online. Jadi dituntut kinerja yang serius, bertanggung jawab, transparan dan terukur,” tutupnya. (Very)