Lurah di Tanjabbar, Diduga Bangun Jalan di Tanah Makam

Lurah di Tanjabbar, Diduga Bangun Jalan di Tanah Makam

Berita Daerah

TANJABBAR – Lurah Lubuk Kambing, Kecamatan Renah Menalu di Kabupaten Tanjabbar, diduga melakukan pembangunan jalan rabat beton diatas tanah makam.

Dugaan ini disampaikan oleh beberapa pihak, termasuk ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Mereka bilang bahwa jalan yang dibangun Lurah di Tanjabbar tersebut, merupakan tanah makam.

Baca juga : Distribusi Bantuan BLT Covid-19 di Jambi Terkesan Gagal, PT Pos : Kebijakan Kemensos

Jalan rabat beton tersebut dibangun di RT 02, Kelurahan Lubuk Kambing.

Jalan itu menghubungkan Lokasi, dimana di jalan inilah yang diklaim sebagai lokasi tempat makam tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Thamrinsyah selaku ketua RT 01 setempat, Rabu (05/08/2020).

Ia menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah mengusulkan, untuk pembangunan jalan rabat beton. Apalagi, jalan rabat beton tersebut, diklaim oleh pihaknya merupakan Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang sudah banyak di gunakan untuk tempat makam.

“Ngotot nian nak bangun sini. Pada saat di Musrenbang, kita juga tidak mengajukan itu. Saya kalau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, kami tidak ambil,” ujarnya.

“Aku minta jalan ke air dan jembatan gantung, minta bangun tempat anak-anak ngaji kebetulan tidak dapat. Aku minta lagi UKM tidak dapat juga, kalau tidak dapat aku tidak minta aku bilang,” timpalnya.

Dirinya menjelaskan bahwa, alasan lurah membangun jalan tersebut, untuk memudahkan akses masyarakat. Hal ini supaya, ketika memikul keranda atau mobil ambulan masuk lebih enak.

“Apa yang mau ditanam, dimana lagi ini udah penuh tempatnya,” tegasnya.

Soal awal pembangunan kata Thamrinsyah, dirinya dilibatkan dalam pengukuran di areal sekitar makam.

Namun, dirinya mengetahui bahwa pengukuran tersebut, untuk pembangunan jalan.

“Saat pengukuran ada kita dikasih tau, ya kita diperintah dia. Tapi ya pas ngukur itu kita tidak bisa berkutik lagi, karena kendak itu lah. Dak bisa kita nak ngomong mau gimana lagi, ngikut aja kita,” jelasnya.

Sementara itu, soal berapa banyak makam yang berada di lokasi lahan tersebut, Ia tidak mengetahui berapa banyak.

Pun demikian, dirinya pastikan bahwa semua masyarakat sekitar, mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan tanah makam.

“Semua masyarakat sini tau, yang kita tanyakan kenapa ini ngotot nian mau bangun di jalan ini. Ini tanah makam, banyak makam di sini,” tegasnya.

Kata Warga Setempat

Hal senada juga diungkapkan warga setempat Hanzen. Ia mengakui memang ada dua makam keluarganya, yang berada dibawah jalan yang di rabat beton tersebut.

Satu merupakan makam kakaknya, dan satu lagi lainnya merupakan makam pamannya.

“Kalau kakak saya itu KH. Abdul Rahman dimakamkan disini tahun 1995, kalau paman saya tahun 1993. Ini semua lahan ini kuburan ini. Kalau merek TPU emang tidak ada. Jadi dari sebelum tahun 1955, ini juga sudah ada kuburan disini,” paparnya.

“Kalau tandanya memang tidak ada, karena ini dulukan tandanya cuma kayu. Tau lah kalau makam jaman dulu. Tapi saya dikasih tau ibu saya,” sambungnya.

Ia juga membeberkan bahwa terakhir ada makam di tahun 2019. Hal ini juga tampak di lokasi.

Setidaknya ada tiga makam yang berada di samping jalan rabat beton, yang dibangun.

Sedangkan untuk lahan lainnya, memang tidak tampak adanya makam. Seperti biasanya yang memiliki tanda papan atau batu.

Kondisi sekitar jalan yang dirabat beton pun juga tampak sema, dan di tumbuhi pohoh-pohon besar serta pohon bambu.

“Karena masyarakat mengetahui bahwa lahan tersebut, merupakan makam masyarakat sekitar. ” Bebernya.

Terkait hal ini, kata Hanzen ia telah menyampaikan kepada Lurah, bahwa lokasi jalan tersebut merupakan lahan makam.

“Itu kita kasih tau setelah pembangunan jalan itu selesai. Saya bilang itu tanah makam, kenapa di bangun jalan, ada makam kakak saya sama paman saya di situ. Tapi kata lurah jawabnya tidak lah, tidak apa-apa,” ulangnya berkali-kali.

Oleh karena itu, ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya telah melaporkan kepada Kecamatan, terkait dengan hal tersebut.

Dibangun Untuk Kepentingan Pribadi

Kata Hanzen, pihak Kecamatan sudah turun dan telah membongkar dua makam, yang ditandakan oleh dirinya sebagai makam Kakak dan Pamannya.

“Kecamatan turun sudah ke sini, itulah camat minta dibongkar jalan itu. Tapi kemarin cuma lokasi yang saya bilang makam kakak, dan paman saya saja yang dibongkar, tidak semuanya. Padahal ini makam semua ini,” imbuhnya.

Bahkan ia bilang, bahwa jalan tersebut dibangun hanya untuk kepentingan pribadi dari Lurah lubuk Kambing di Tanjabbar itu.

Lihat juga video : Klik Disini

Ia juga meminta, jika dalam aturan pembangunan jalan diatas makam itu dilarang oleh hukum, maka lurah tersebut harus diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita tidak tau hukumnya gimana, yang jelas kalau memang salah yang disalahkan,” pungkasnya. (hry)