Paripurna DPRD Merangin Bupati sempat berhenti sejenak saat sampaikan tanggapan Damkar. Bupati belanjakan 2 Damkar di APBD-P Merangin

Tak Baca Pergub, Bupati Belanjakan 2 Damkar di APBD-P Merangin

Merangin Pemerintahan

MERANGIN – Paripurna DPRD Merangin, Senin 3 Agustus 2020, ada yang menarik. Bupati sempat berhenti sejenak saat sampaikan tanggapan Damkar. Bupati belanjakan 2 Damkar di APBD-P Merangin

Rupanya, penyampaian terkait hibah pemerintah provinsi berbeda yang diinginkan Bupati Merangin, Al Haris.

Apa yang membuat Wo Haris, panggilan akrab bupati berhenti membaca teks?

Menjawab pertanyaan Dinamikajambi.com, Haris mengatakan pembuat teks mungkin tidak mengetahui perkembangan terakhir terkait usulan hibah Pemprov. Dimana Pemkab dan DPRD Merangin sepakat untuk mengganti alat berat menjadi Pemadam Kebakaran (Damkar).

“Kan saya sudah lihat pergub yang dibawa ke saya. Mungkin dia tidak baca. Saya sudah memerintahkan Dinas PU malah. Agar ke depan, mereka tidak membelikan alat berat, tapi ke depan kita harapkan membeli Damkar,” jawabnya usai paripurna.

Sebelumnya untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jambi kembali mengelontorkan dana untuk pembelian alat berat. Pada 2018 lalu di Pamenang, Gubernur Zumi Zola saat itu menyerahkan 2 alat berat.

Berita Terkait : Batal 2018, Program Unggulan Jambi Tuntas Ini Ditunda 2020

Namun pada anggaran kali ini, DPRD Merangin melihat kebutuhan Damkar lebih penting dari alat berat. Hal ini kemudian didorong lewat anggaran yang tersedia.

Baca Juga : Kebakaran Sekolah di Pamenang, Taufik Pilih Damkar Dibanding Alat Berat

Sementara itu, Bupati mengatakan pembelian Damkar di APBD-P Merangin mendatang, juga sekaligus dengan alokasi terkait. Belanjakan Damkar di APBD-P Merangin, sementara ditempatkan di kantor camat.

“Ke depan kita termasuk menganggarkan gaji SDM yang nanti bekerja disitu. Kalau di APBD-P kita belanjakan 2 kendaraan, 1 Dapil Pamenang, 1 Dapil IV, nanti kita letakkan di kantor camat,” paparnya.

Persiapan Damkar dan petugasnya ini, sambung Wo Haris, sejalan dengan persiapan mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“PU setuju. Karena memang, kita butuh itu. Tambah karhutla, tambah lagi kebutuhan daerah, saya kira itu wajiblah,” pungkasnya. (Red)

Lihat Video : Sikumbang Water Park Berbenah, Warga Sudah Tak Sabar