Tanam Mangrove di Tanjabbar, Fachrori Didampingi Safrial

Tanam Mangrove di Tanjabbar, Fachrori Didampingi Safrial

Pemerintahan Provinsi

TANJABBAR – Gubernur Jambi Fachrori Umar tanam pohon mangrove, di sekitaran pelabuhan Roro Tanjabbar. Hal ini dalam rangka peringatan hari mangrove sedunia Provinsi Jambi tahun 2020, Senin (3/8/20).

Kegiatan Gubernur tanam mangrove di Kabupaten Tanjabbar ini, didampingi oleh Safrial selaku Kepala Daerah setempat.

Baca juga : SDN 86/IX Memprihatinkan, Disdikbud Muaro Jambi Seakan Tutup Mata

Selain itu, turut juga diikuti oleh Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup, Bidang Koordinasi Dampak Lingkungan, Kapolda Jambi, Danrem 042 Gapu, Forkopimda Provinsi Jambi, Kepala OPD Provinsi/ Kabupaten, Asisten, Pramuka, dan undangan lainnya.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) ini, merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, yang memiliki hutan Mangrove cukup luas.

Keberadaan hutan mangrove di Tanjabbar itu pun, sangat berharga sebagai Sumber Daya Alam (SDA) yang menyimpan banyak manfaat. Tentunya harus dijaga kelestariannya.

Tak hanya itu, Pemkab Tanjabbar juga didukung Kementerian Pariwisata, dalam maksimalkan pengangkatan hutan mangrove tersebut.

Oleh karena itu, dalam kesempatan itu Gubernur menyampaikan bahwa saat ini, Pemerintah sangat menaruh perhatian terhadap kelestarian hutan mangrove.

Sebagaimana diketahui, saat ini banyak manfaat hutan mangrove, khususnya bagi masyarakat sekitar.

Untuk itu, melalui kegiatan peringatan hari mangrove sedunia ini, dapat menambah motivasi, dalam rehabilitasi dan menjaga kelestarian hutan mangrove. Khususnya di Provinsi Jambi.

Selain itu, Provinsi Jambi juga memiliki hutan mangrove seluas 9.300 hektar. Serta di Tanjung Jabung Barat 4.166, 65 hektar.

Lihat juga video : Klik Disini

Maka dari itu, melalui kegiatan ini ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Provinsi Jambi, agar gelorakan semangat menanam pohon Mangrove.

“Mari kita gelorakan semangat menanam mangrove, untuk memberikan kontribusi dalam rehabilitasi. Serta kelestarian hutan mangrove,” pungkasnya. (Red)