Makna Qurban, Hari Raya Idul Adha di RT 21 Ekajaya Jambi

Makna Qurban, Hari Raya Idul Adha di RT 21 Ekajaya Jambi

Berita Daerah

JAMBI – Sebagai rasa syukur dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Jum’at,(31/07/2020), masyarakat Eka Jaya Jambi memotong hewan qurban.

Rt 21, Kelurahan Ekajaya Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi ini dalam merayakan hari raya Idul Adha menggelar pemotongan hewan qurban.

Baca juga : Kepala Kejari Tanjabbar Diganti, Ini Dia Orangnya

Seperti yang disampaikan oleh Ketua RT 21 Ngatiran, saat dijumpai dinamikajambi.com, sekitar pukul 13.00 wib tadi.

Dirinya mengatakan bahwa pelaksanaan pemotongan hewan qurban tersebut, bertujuan mengingatkan kembali kepada masyarakat akan nikmat dan makna yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada umat nya.

Ia menambahkan, hal ini bukan semata-mata hanya memupuk kebersamaan dan kekeluargaan, dalam bermasyarakat diantara umat lainnya. Melainkan inti rohaninya dapat dipahami dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat antar pribadinya.

“Sehingga kehidupan rohani umat Muslim semakin mantap, rendah hati dan senantiasa menjalankan perintah Allah SWT. Serta melaksanakan amanah Rasullullah, dan berkenan kepada Allah SWT,” urainya.

Ngatiran juga menjelaskan, bahwa tahun ini RT nya hanya memotong 1 hewan qurban yakni 1 ekor sapi .

“Dan hasil pemotongan hewan qurban ini, rencananya akan dibagikan kepada 154 kepala keluarga di RT21,” imbuhnya lagi.

Lihat juga video : Klik Disini

Tak hanya itu saja, Hari Raya Idul Adha ini selain makna rohani yang diambil, juga menjadi ajang silaturahmi dan belajar untuk saling berbagi terhadap sesama manusia. Serta tidak hanya kepada umat muslim, tetapi kepada semua masyarakat yang ada di RT 21 Eka Jaya tersebut.

“Pembagian daging qurban ini tidak hanya bagi umat Muslim, akan tetapi juga kita bagikan kepada umat Non Muslim, sebagai wujud rasa dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan. Hal ini dalam berbangsa dan bernegara ditengah masyarakat Indonesia, yang majemuk. Sehingga ke Bhinekaan Tunggal Ika tercipta selaras, dan seimbang. Saling harga menghargai, hormat menghormati, tepa selira tenggang raso dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tutupnya. (Very)