Tantowi Minta Masyarakat Tidak Bakar Lahan Untuk Berkebun

Tantowi Minta Masyarakat Tidak Bakar Lahan Untuk Berkebun

Parlemen Pemerintahan

SAROLANGUN – Dalam mencegah dan mengantisipasi Karhutla di Kabupaten Sarolangun tahun ini, pimpinan DPRD Tantowi Jauhari minta masyarakat tidak bakar lahan untuk berkebun.

Sebagaimana diketahui, dahulu ketika musim panas, merupakan suatu kesempatan bagai masyarakat untuk membuka lahan. Karena api cepat menyambar pepohonan yang telah diroboh, dengan cara ditebang.

Baca juga : Kepala Kejati Jambi Diberhentikan, Ini Jabatan Barunya

Akan tetapi perihal itu tidak diperbolehkan lagi untuk melakukannya, karena sudah ada himbauan larangan. Dan jika masih saja dilakukan akan berhadapan dengan hukum.

Ketua DPRD Kabupaten Saroalngun Tontawi Jauhari kepada media ini mengatakan, Karhutla tersebut merupakan bencana musiman. Dimana, sama sama diketahui ketika musim panas, pasti tingkat kebakaran itu sangat tinggi. Apalagi wilayah yang daerahnya bergambut.

“Seperti Sarolangun itu di daerah bathin VII dan air hitam, itu ada beberapa api yang tidak bisa serta marta langsung dimatikan. Sumber dari itulah makanya asap akan timbul dan mempengaruhi cuaca, bukan hanya di indonesia saja, melainkan diluar negeri juga berimbas.” Katanya.

Selaku ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sarolangun, ia minta kepada Dinas instansi terkait, dalam hal penanganan bencana harus sefety.

Selain itu, Tantowi juga minta masyarakat tidak bakar lahan untuk berkebun, karena ini dinilai dapat berdampak pada Karhutla.

“Saya meminta petugas harus safety ready dan anggarannya disiapkan, dari jauh-jauh hari. Dan kemarin sudah kita bahas, khusus untuk karhutla itu sudah ada anggaran yang standby. Baik itu dari Dinas BPBD sendiri, maupun dari kawan-kawan TNI dan Polri siap membantu dalam rangka penanganan karhutla.” Jelasnya.

Masyarakat dan Perusahaan Juga Diimbau

Tidak hanya itu saja, Membuka lahan untuk berkebun dan menebang pohon boleh. Akan tetapi tidak diperbolehkan yang menimbulkan api (Pembakaran, Red).

“Itu sudah jelas dilarang, jangan sampai itu terjadi. Jika terjadi perihal semacam itu bukan yang punya kebun saja, tapi semua orang akan terdampak dari itu.” Imbuhnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Saat disinggung pihak perusahaan, dirinya juga menghimbau dan meminta kepada seluruh Perusahaan, yang berinvestasi di Sarolangun agar peduli dengan perihal tersebut.

“Kalau mereka melanggar bisa kita beri sanksi, yaitu tutup semetara ijin operasionalnya,”  tegasnya. (Ajk)