PPDB Disoal, Kantor Disdik Provinsi Disegel Massa

PPDB Disoal, Kantor Disdik Provinsi Disegel Massa

Berita Daerah Berita Viral Pendidikan

JAMBI – Terkait masalah persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMA di Jambi, Kantor Disdik Provinsi Jambi disegel massa.

Awal mula kantor Disdik Provinsi Jambi yang disegel massa tersebut, yakni terkait dengan persoalan PPDB di Jambi, yang dinilai bermasalah. Sehingga puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya Lembaga Suara Masyarakat (LSM), gelar unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Senin (27/07/2020).

Baca juga : Kekerasan Pada Anak dan Perempuan di Kota Jambi Meningkat

Puluhan massa ini melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, lantaran untuk meminta pertanggungjawaban pihak terkait mengenai PPDB di tahun 2020 ini.

Seperti yang disampaikan salah satu pendemo Akmal Khatab, mengatakan bahwa jumlah murid yang diterima di radius zonasi tidak terpenuhi.

“Kita kan berpatokan kepada Pergub Nomor 20 tahun 2020, bahwa telah mengisyaratkan adanya zonasi dalam penerimaan murid SLTA. Kemudian jumlah murid yang diterima diradius zonasi, yang dimaksud adalah 50 persen. Artinya ini tidak dipenuhi,” katanya.

Sementara katanya, di tahun 2019 zonasi itu 1000 meter dari sekolah, tak ayal hal jadi sorotan. Mengingat jarak tersebut, tidak ada dan harus dipertanggungjawabkan.

“Nah yang menjadi persoalankan itu berapa jaraknya itu tidak ada, dan ini harus dipertanggungjawabkan Pergub ini. Karena yang melaksanakan Diknas,” sambungnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa Diknas harus bertanggungjawab. Dimana PPDB tahun ini, dianggap bermasalah dan terjada kisruh ditengah masyarakat.

“Dan nampaknya Diknas ini ada yang kurang berkenan. Seharusnya Diknas yang merealisasikannya, dan akibatnya kisruh. Dan mereka harus bertanggungjawab tentang masa penerimaan murid,” pungkasnya.

Usai melakukan aksi dan segel kantor Disdik Provinsi Jambi, puluhan massa ini langsung mendatangi gedung DPRD dengan menyampaikan tuntutan yang sama.

Tanggapan Kabid SMA Disdik

Terpisah, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melalui Kabid SMA Provinsi Jambi Misrialdi mengatakan, sesuai jabatan yang diembannya telah melaksanakan tugas dan fungsi. Hal ini sesuai dengan ketentuan mengenai PPDB ini.

“Saya ini adalah pejabat yang melaksanakan, sesuai dengan ketentuan PPDB. Yaitu melalui jalur – jalur yang di persyaratan, dengan aturan Permendikbud dan Pergub. Diluar dari kebijakan itu adalah Kadis,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan jumlah siswa yang lulus SMP kurang lebih 11. 000 an, tidak semua bisa tertampung untuk masuk ke sekolah SMAN sederajat. Hal ini dikarenakan, jumlah daya tampungnya, yang hanya mencapai 6.000 anak.

“Sebenarnya PPDB ini tidak ada permasalahan. Yang menjadi masalahnya itu, sekolah negeri ini tidak bisa menampung semua jumlah siswa yang lulus di SMP. Dimana jumlahnya kurang lebih 11.000 an. Sedangkan daya tampung sekolah SMAN sederajat hanya menampung 6000 an,” terangnya.

Selanjutnya, dirinya menjelaskan sebagai solusi mengenai PPDB tersebut, Pemprov Jambi bersama DPRD Provinsi Jambi bersinergi mengalokasikan sekolah baru, ataupun menambah ruangan belajar baru.

“Tambahan ruangan belajar baru, namun itu bukan solusi cerdas juga. Karena akan berdampak kepada sekolah swasta,” bebernya.

Lihat juga video : Klik Disini

Ia menambahkan, langkah yang adil terkait masalah ini, yakni bagaimana memberdayakan sekolah swasta dan biaya setara dengan sekolah negeri.

“Memang sekolah negeri itu biayanya lebih murah, dibanding sekolah swasta,” tukasnya. (Nrs)