1 Pegawai Pajak KPP Pratama Tanjabbar Positif Corona

1 Pegawai Pajak KPP Pratama Tanjabbar Positif Corona

Berita Bisnis Berita Daerah

TANJABBAR – 1 pegawai pajak KPP Pratama Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dinyatakan positif terpapar covid-19.

Pegawai pajak KPP Pratama yang dinyatakan positif covid-19 itu, yakni pasien dengan nomor urut 137, dengan inisial JF ( 42) berjenis kelamin laki-laki.

Baca juga : Masa Pandemi Covid-19, Usaha UMKM di Kota Jambi Terpuruk, Tak Dapat Bantuan

Hal itu berdasarkan hasil PCR  menyatakan Positif Covid-19, yang keluar pada 24 Juli 2020 lalu.

Seperti yang diungkapkan oleh Juru Bicara Covid-19 Tanjabbar Taharrudin, pada Minggu (26/7/20).

Ia menyebutkan, jika pasein tersebut hasil PCR nya, dinyatakan positif Covid-19.

“Hasilnya positif pegawai tersebut,” katanya.

Taharuddin menyebutkan bahwa, hal itu terungkap usai dilakukan rapid tes kepada semua pegawai, dan scurity sebanyak 98 orang.

Dari 98 tersebut, 2 dinyatakan reaktif. Namun, satu diantaranya hasil PCR (Sweb) hasilnya negatif.

“Jadi security, pegawai termasuk CS-nya waktu itu di rapid tes massal. Itu atas kebijakan pimpinan KPP Pratama, dan dua reakitf terus. Duanya di Sweb hasilnya satu positif, satu nya tidak positif,” jelasnya.

Saat itu kata dia, pasien yang dinyatakan reaktif tersebut telah diisolasi langsung, sambil menunggu hasil Swabnya.

“Waktu itu diisolasi di komplek KPP Pratama,” ujarnya.

Namun, dengan hasilnya yang positif Covid-19 ini, pasien tersebut saat ini diisolasi di eks Puskesmas Tungkal II.

“Sejak tanggal 25 Juli 2020, Pasien 137, JF sudah diisolasi di eks Puskesmas II,” bebernya.

Berdasarkan hasil tracking yang dilakukan dinas kesehatan, yang bersangkutan hanya melakukan perjalanan Tungkal – Jambi, selama 14 hari terakhir.

“Perjalanannya Jambi Tungkal, itulah yang terakhir,”tambahnya lagi.

Tak hanya itu, dirinya juga menjelaskan bahwa atas kejadian ini, KPP Pratama Kuala Tungkal mulai 27 Juli 2020, akan melakukan WFH lingkup Kantor setempat.

Lihat juga video : Klik Disini

Hanya saja 5 sampai 10 orang pegawai yang masuk kantor, untuk pelayanan darurat.

“Dihimbau kepada wajib pajak. Untuk sementara waktu mengakses pelayanan pajak, melalui telpon/email/online,” pungkasnya. (Hry)