Masih ingat kebakaran hebat di SMAN 8 Merangin? Belajar kebakaran sekolah di Pamenang itu, dewan pilih Damkar dibanding alat berat.

Kebakaran Sekolah di Pamenang, Taufik Pilih Damkar Dibanding Alat Berat

Berita Jambi Parlemen

MERANGIN – Masih ingat kebakaran hebat di SMAN 8 Merangin? Belajar kebakaran sekolah di Pamenang itu, dewan pilih Damkar dibanding alat berat.

Wilayah yang luas dan rawan dengan kebakaran, Pamenang membutuhkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) . Apalagi, angka kebakaran tertinggi di Merangin disumbang Pamenang.

Hal ini disampaikan Taufik, anggota DPRD Merangin dari Fraksi PAN saat dibincangi Dinamikajambi.com, Kamis (23/7/20) siang. Anggaran Pemerintah Provinsi Jambi Rp 6 Milyar untuk alat berat, sebaiknya diganti saja.

“Dari anggaran 6 milyar itu, digunakan untuk pembelian Damkar. Karena azas manfaat lebih menyentuh pada masyarakat,” katanya.

Sedangkan alat berat sendiri, bantuan untuk kecamatan di Pamenang kini ditempatkan di Dinas PU Merangin. Hal ini bukan tidak ada masalah.

“Bantuan itu diperuntukkan untuk Pamenang. Tapi, posisinya sampai hari ini tetap di kabupaten, karena tidak punya anggaran,” katanya.

Berita Terkait : Masyarakat Pamenang Pertanyakan Keberadaan Alat Berat dari Eks Gubernur Jambi

Sementara dengan adanya Damkar, diharapkan Taufik tak seperti alat berat. Damkar harusnya ditempatkan di pos kecamatan. Agar memudahkan mobilisasi saat kebakaran.

“Kalau ditempatkan di Pamenang, desa-desa sekitarnya kalau ada musibah, lebih cepat bantuannya. Kalau di Bangko, nanti dihubungi sekali-dua kali, belum masuk. Ditelepon ketiga kali, sudah hangus semua,” katanya.

Ia mencontohkan pada kasus kebakaran sekolah di Pamenang pada Februari lalu. Selain kesiapan, jarak tempuh membuat penanganan kebakaran lambat.

“Kalau posisi alat itu ada di Pamenang, mungkin selamat SMA Pamenang itu,” katanya.

Berita Terkait : Kebakaran SMA 8 Merangin, Berikut Kronologi Kejadian

Berita Terkait : Kebakaran Hebat Landa SMA 8 Merangin

Usulan Damkar

Bilang Taufik, usulan keberadaan Damkar ini telah beberapa kali dilakukan. Terakhir Ia bertemu dengan pejabat terkait, dan menanyakan pos Damkar.

“Karena di Tabir sudah ada. Jawaban beliau waktu itu, tahun 2021 di Pamenang akan kita buka. Sekarang kita usaha untuk Lembah Masurai,” kata Taufik.

Kebutuhan Damkar di Pamenang, memang sudah layak. Kata Taufik, berdasarkan penyampaian pejabat itu, tingkat kebakaran di Merangin itu tertinggi di Pamenang.

“Pas ada kebakaran di Pamenang, selalu bahasanya besok kita tempatkan Damkar di Pamenang. Sampai hari ini, realita belum ada,” katanya.

Taufik makin jadi memperjuangkan Damkar, lantaran politisi PAN itu melihat adanya celah alokasi bantuan Pemprov itu.

“Terkait dalam bantuan provinsi itu, boleh digunakan untuk beli Damkar,” bilangnya optimis.

Baca Juga : Ratusan Hektar Lahan Sawit dan Karet Milik Warga Pamenang Habis Terbakar

Apalagi memang, sambung Taufik, Damkar sangat dibutuhkan di Pamenang mengingat wilayah ini merupakan daerah perkebunan. Dimana, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di beberapa titik di Pamenang.

“Ini yang perlu kita pikirkan, pertimbangkan. TNI dan Polri sudah mengantisipasi karhutla. Sementara, Damkar kita bagaimana?,” tandasnya.

(Red)