Mengungkap Candi Koto Mahligai di Danau Lamo Jambi, Ini Sejarahnya

Mengungkap Candi Koto Mahligai di Danau Lamo Jambi, Ini Sejarahnya

Berita Jambi Pariwisata

MUARO JAMBI – Danau Lamo, Candi Koto Mahligai di Muaro Jambi, adalah Destinasi wisata bersejarah yang menjadi daya tarik tersendiri, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Setiap tahunnya, Kabupaten Muaro Jambi khususnya pada areal kawasan Candi Muaro Jambi, menjadi pusat perhatian umat Hindu Budha dalam merayakan Hari Raya Waisak di Percandian tersebut.

Baca juga : Warga Kerinci Sakit di Malaysia, Butuh Uluran Tangan

Selain merayakan Hari Waisak, umat Hindu Budha juga mengingat kembali, tentang sejarah nenek moyang mereka yang mendarat di Provinsi Jambi beberapa abad yang silam.

Bagi generasi zaman kini, sejarah merupakan suatu bukti peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau, tentang adanya suatu peradaban dan tradisi kehidupan sekelompok masyarakat dari berbagai sisi. Seperti tradisi atau adat kebudayaan, tulisan maupun aksara, serta peninggalan bersejarah dan pola kehidupan lainnya.

Sejarah juga merupakan suatu bukti baik, yang tertulis maupun bangunan fisik yang ditunjukkan dengan adanya peninggalan, yakni berupa fisik.

Seperti, Fragmen, arca, bangunan candi, tulisan atau prasasti dan lainnya.

Fisik peninggalan tersebut, menjadi suatu pembuktian bagi seluruh umat atau masyarakat masa kini.

Dimana masa lampau terdapat tatanan kehidupan dengan segala tata cara, dan tatanan seni budaya. Yang mereka ciptakan sesuai masa, dan waktu tempo lalu.

Tujuan

Tujuan diangkatnya tulisan ini, adalah memberikan informasi kepada khalayak umum. Agar masyarakat atau generasi kini tetap dapat melestarikan, maupun mempelajari sejarah kebudayaan negeri sendiri di antara sejarah dunia.

Boleh dikatakan, bahwa situs bersejarah yang ada di Provinsi Jambi, kebanyakan terletak dan berada di kawasan Kabupaten Muaro Jambi, dan beberapa kabupaten lainnya.

Dikatakan Juru Pelaksana, Sulaiman di Desa Danau Lamo, Kecamatan Muaro Sebo Kabupaten Muaro Jambi pada Minggu (19/07/2020).

Ia menceritakan banyak hal, tentang seputar Situs Candi Koto Mahligai.

Sulaiman menjelaskan, bahwa situs ini dikenal dengan nama Situs Candi Koto Mahligai, yang terletak pada garis 01’28’15,3″ Lintang Selatan, 03’38’20,4 Bujur Timur di Desa Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo,Kabupaten Muaro Jambi.

Katanya, lokasi candi masih merupakan daerah rawa dan perkebunan. Ketika musim hujan, sekitar candi tergenang air yang terhubung dengan parit. Atau yang dikenal Amburan Jalo, yang letaknya sekitar 300 meter di Sebelah Timur Kompleks Candi melalui sebuah parit kecil.

“Kompleks Candi Koto Mahligai, masih berupa gundukan tanah. Berdasarkan penelitian, situs ini terdiri dari candi induk. Sebuah perwara dan pagar yang tampak sebagai gundukan tanah, dengan struktur bata dibawahnya.” Jelas Sulaiman.

Dia melanjutkan, dengan melihat kontur permukaan tanah, candi ini dikelilingi pagar terluar, dengan ukuran 121 meter kali 104 meter.

“Halaman situs ini diduga terbagi dalam ruang-ruang. Dan ruang-ruang tersebut terdapat runtuhan bangunan induk, dan perwara yang terletak di tengah halaman.” Bebernya.

Ditemukan Dua Arca Gajah

Selain itu, ditemukan juga dua buah arca gajah,16 buah fragmen arca batu,dan fragmen genting yang berglasir warna hijau.

“Sementara arca gajah, yang ditemukan bentuknya hampir sama dengan arca gajah dari Candi Gedong I, pada Kompleks Percandian Muaro Jambi.” Tuturnya.

Lebih lanjut, Sulaiman mengatakan bahwa sampai dengan saat ini, belum ada literatur dan kepustakaan yang pernah menguraikan secara panjang, lebar dan mendetail tentang Situs Candi Koto Mahligai ini.

“Selama ini, candi ino dikenal oleh dunia sebagai The Lost City Of Koto Mahligai,” imbuhnya.

Ia berharap, pihak Pemerintah Provinsi Jambi khususnya Dinas Purbakala dapat memperhatikan dan menggali, atau mengkaji lebih dalam lagi. Sehingga sejarah dapat terungkap, terkait keunikan Situs Candi The Lost City of Koto Mahligai.

Pada kawasan Situs Candi Koto Mahligai tersebut, ditumbuhi oleh pepohonan besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun.

Pohon – pohon tersebut dikatakan oleh Sulaiman, sebagai Bodhi yang dibawa oleh penganut agama Hindu Budha, dari negeri mereka ketika tiba di Indonesia.

Pohon tersebut juga tempat bersemedi para pandita Hindu Budha, dalam mematangkan pelajaran rohani. Khususnya menghilangkan, dan mengendalikan hawa nafsu diri seorang manusia.

Lihat juga video : Klik Disini

Tidak hanya Situs Candi Koto Mahligai tambahnya, di Desa Danau Lamo juga masih ada Situs lainnya yakni Situs Candi Bukit Sengalo, atau sering dikenal dengan Situs Candi Bukit Perak.

Dirinya juga menyampaikan, sejauh mana bentuk keunikan dan kemegahan Situs Candi Bukit Perak, atau Bukit Sengalo. (Very)