RUU HIP Jadi Polemik di Masyarakat, Petinggi Jambi Gelar Diskusi

RUU HIP Jadi Polemik di Masyarakat, Petinggi Jambi Gelar Diskusi

Berita Daerah

JAMBI – Beberapa petinggi di Provinsi Jambi, menjadi narasumber dalam diskusi online terkait persoalan RUU HIP, yang kini jadi polemik ditengah masyarakat.

Diketahui, Pusakademia bekerjasama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara–Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Provinsi Jambi, mengadakan forum webkusi dan dialog untuk membahas permasalah Rancanangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila dengan tema Mengakhiri Polemik RUU HIP.

Baca juga : Walau Tanpa Dukungan PDIP, Safrial : Saya Tetap Berlayar

Webkusi ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2020, jam 09.00 – 12.00 wib, melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam Webkusi ini, menghadirkan empat narasumber, yaitu Edi Purwanto Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi, Brigjen TNI M. Zulkifli, S.IP., M.M Danrem 042 Garuda Putih, Prof. Dr. Bahder Johan Nasution, S.H., M.Hum, Guru Besar FH Unja sekaligus Ketua APHTN-HAN Provinsi Jambi, dan H. Hermanto Harun, Lc., M.HI., Ph.D Sekretaris MUI Provinsi Jambi. Serta dimoderatori langsung, oleh Direktur Pusakademia Mochammad Farisi, LL.M.

Dalam sambutan dan pengantar diskusinya Wakil Ketua APHTN-HAN Dr. M Muslih, S.H., M.H menjelaskan, bahwa RUU HIP yang masuk dalam program legislasi prioritas DPR 2020, pembahasan menuai atau jadi polemik di masyarakat.

Hal ini karena dianggap bersifat sekuler dan ateistik, sehingga menyimpang dari kesepakatan founding fathers.

Selain itu, juga belum mencantumkan TAP MPRS XXV Tahun 1966, sehingga memunculkan kesan di masyarakat ,ada upaya terselubung membangkitkan PKI.

“Justru mereduksi nilai-nilai Pancasila ada materi, yang menyiratkan adanya satu sila yang lebih tinggi dari sila yang lain,” ujarnya.

Disisi lain, sambungnya juga mempersempit dan mengesampingkan rumusan final, sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Beberapa lembaga dan ormas seperti MUI, Muhammadiyah, GP Ansor, Forum Purnawirawan TNI-Polri menolak. Serta mendesak DPR dan pemerintah membatalkan RUU tersebut.” Bilangnya.

Dibeberapa daerah mulai terjadi demo, dan rawan diboncengi oknum/kelompok tertentu, yang ingin memecah belah bangsa ini.

Lihat juga video : Klik Disini

“Untuk itu diperlukan forum diskusi dan dialog dengan semangat persatuan, untuk mengakhiri polemik dan kita bisa fokus untuk menangani Covid-19. serta memulihkan perekonomian,” ungkapnya.

Tujuan Webkusi

Tujuan dari webkusi ini, adalah meningkatkan silaturahmi seluruh elemen masyarakat. Serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, menjelaskan proses legislasi atau pembentukan Undang-undang di DPR RI dan mengakhiri polemik dan menawarkan solusi terbaik dari kontroversi RUU HIP.

Pada diskusi online ini, Pusakademia mengundang beberapa media partner di Jambi, termasuk Dinamikajambi.com dan yang lainnya. (Nrs)