Pihak Sekolah Khawatir PPDB Diperpanjang, dan Dibuka 2 Kali

Pihak Sekolah Khawatir PPDB Diperpanjang, dan Dibuka 2 Kali

Berita Daerah Pendidikan

TANJABBAR – Pihak sekolah khawatir PPDB diperpanjang, dan dibuka 2 kali. Hal ini lantaran jumlah pendaftar sebanyak 230 orang, tapi masih ada yang belum melakukan daftar ulang.

Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PPDB), di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tingkat Sekolah Menengah Atas(SMA) sudah usai dilaksanakan.

Baca juga : Warga Keluhkan Jalan Tak Kunjung Dibangun

Seperti halnya SMA Negeri 2 Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). SMA rujukan akreditas B ini, selama PPDB berlangsung tidak menemukan kendala dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Khairil Anam pada Sabtu (11/07/2020).

Ia menyebutkan bahwa PPDB Sampai hari ini tidak ada kendala, hal itu sesuai jumlah pendaftar sebanyak 230 orang. Tapi masih ada yang belum melakukan daftar ulang.

Oleh sebab itu, pihak sekolah khawatir PPDB akan diperpanjang, dan dibuka ulang kembali.

“Yang baru daftar 230 orang, Kouta siswa yang harus kita terima sebanyak 246 orang,” ujarnya.

Ini Yang Menjadi Kendala

Ia juga menyampaikan, bahwa pihak yang menjadi kendala saat ini, apabila terjadi PPDB dua kali atau diperpanjang.

“Yang menjadi kendala kita saat ini ialah, ketika PPDB di perpanjang atau dibuka dua kali. Itu dipastikan siswa kita ada yang ditarik ke sekolah tujuan, yang mana semula mereka sudah terdaftar baik secara zonasi maupun afrimasi. Atau perpindahan orangtua, dan secara prestasi.” Jelasnya.

Ketika ini terjadi, pengulangan atau perpanjangan PPDB, maka kemungkinan siswa itu akan pindah ke sekolah tujuannya. Dengan mengambil bahan atau menarik berkas, yang anggap sebelumnya mereka tidak bisa masuk.

“PPDB dua kali memang belum pernah terjadi, akan tetapi apabila ini terjadi
Berkemungkinan seperti itu.” Terangnya.

Dirinya menambahkan, bahwa terkait hal itu tentu mengganggu. Apalagi, terkendala dengan jumlah siswanya.

Karena menurutnya, setiap kota mendapatkan kuota yang berimbang, karena tujuan zonasi adalah pemerataan siswa.

Lihat juga video : Klik Disini

Dengan demikian, sekolah-sekolah mendapatkan siswa yang berimbang, sesuai dengan zona atau tempat tinggalnya.

“Kalau jumlah siswa terkendala, maka jam mengajar guru akan terkendala. Kalau jam mengajar guru terkendala, maka guru akan mencari jam keluar sekolah dari unit sekolahnya masing-masing.” Ungkapnya. (hry)