Minim Kontribusi, KNPI Tanjabbar Sorot Pengelolaan Migas Petrochina

Minim Kontribusi, KNPI Tanjabbar Sorot Pengelolaan Migas Petrochina

Berita Daerah

TANJABBAR – Sebagai perusahaan raksasa dalam pengelolaan migas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), transparansi Pengelolaan migas PT Petrochina mulai dipertanyakan.

Sejauh ini, kontribusi perusahaan migas tersebut juga masih dianggap minim terhadap pemuda, maupun Putra daerah Tanjung Jabung Barat.

Baca juga : Banyak Kejanggalan, Dewan Minta Penegak Hukum Audit Dana Covid-19 di Jambi

Hal tersebut disampaikan oleh Dama Reza, selaku wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanjabbar.

Ia menyebutkan bahwa Petrochina dianggap tidak transparan, dalam pengelolaan migas, sehingga kontribusinya tidak ada.

“Kita DPD KNPI Tanjung Jabung Barat dengan tegas, pinta transparansi Pengelolaan Migas dan tuntut Kontribusi PetroChina, terhadap Pemuda di Tanjung Jabung Barat,” ungkapnya.

Terkait hal ini kata Dama pihaknya (KNPI) akan melayangkan surat ke DPRD Tanjabbar, agar dapat memfasilitasi hearing bersama pihak PetroChina.

“Pengelolaan Migas Petrochina saat ini tidak transparan,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa terkait isu beredar, jika perpanjangan kontrak PetroChina, yang akan berakhir pada tahun 2023 mendatang.

Terkait hal itu, ia mengharapkan ke pemerintah dapat mengkaji ulang. Hal ini dikarenakan sampai saat ini belum ada tampak feed back, yang membangun perekonomian rakyat dari PetroChina terhadap Tanjabbar.

Diantaranya kata Dama, pihak petro wajib menyediakan lapangan pekerjaan untuk putra daerah, sekitar30% sampai 50% dan mengkaji dikarawang perbup/perda mereka.

Lihat juga video : Klik Disini

“Disana mewajibkan perusahan swasta yang ada dikarawang untuk menggunakan tenaga kerja daerah sebesar 60%, kekayaan alam Tanjabbar sejauh ini sudah dikuras habis oleh Petrochina tapi keadaan rakyatnya menderita.” Sebutnya.

“Kedepannya jika petrochina menambah durasi kontrak di Tanah Kabupaten pesisir ini, harus terlihat jelas manfaatnya untuk masyarakat luas. Deal yang jelas menjadi feed back yang baik, untuk Tanjabbar dan masyarakatnya. Kedepanya Pemuda Tanjabbar jangan hanya jadi penonton, di tanah kelahiranya sendiri.” Pungkasnya. (hry)