Pansus Tanya Selisih 30 Juta, PDAM Merangin Gali Tutup Lubang

Berita Daerah Parlemen

MERANGIN – Pansus Dana Covid-19 DPRD Merangin tanya kenaikan Rp 30 juta, Senin (29/6/20) PDAM Tirta Merangin gali lubang tutup lubang.

Usai hearing dengan Bulog Divre II Sarko, Pansus garap Perumda Tirta Mayang sekitar pukul 14.00 Wib.

Dalam hearing, pansus mendapati kenaikan tagihan dari bulan pertama ke bulan ke dua.

“Ini meningkatnya Rp 30 juta. Rp 510 juta, dari sebelumnya Rp 481 juta,” tanya ketua pansus, Sapriyon.

Direktur Utama Perumda, M Zuhdi memaparkan jika kenaikan itu akibat meningkatnya pemakaian air oleh pelanggan.

“Bertambah, diakibatkan peningkatan pemakaian pelanggan di bulan puasa dan lebaran,” katanya.

Pansus juga menyoroti subsidi yang diberikan, yakni pemakaian 40 kubik gratis. Sedangkan pemakaian diatas itu, dibayar oleh pelanggan.

Zuhdi kembali menerangkan, jika pemakaian secara umum meningkat dalam periode puasa. Misalkan pelanggan biasanya memakai 10-15 kubik, naik menjadi 15-20 kubik.

“Mau lebaran itu, tingkat pemakaian berubah. Sesuai dengan angka di meteran. Itu sudah biasa,” terangnya.

Perumda sendiri, mengusulkan alokasi penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 2 Milyar lebih. Untuk periode pemakaian April untuk pembayaran Mei, menelan biaya Rp 481 juta.

Sedangkan pemakaian Mei untuk pembayaran Juni, menghabiskan Rp 510 Juta.

Namun hingga kini, Perumda belum mendapatkan biaya subsidi dari Pemkab Merangin. Akibatnya, keuangan pun terganggu.

Berita Terkait : PDAM Gratis, Pemkab Merangin ‘Nunggak’ 480 Juta

“Terganggu lah. Kita masih belum Profit Oriented. Masih gali lubang tutup lubang. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat terealisasi. Karena kalau tidak, terganggu sistemnya,” katanya. (Red)