Disdikbud Sarolangun Bentuk Tim Khusus

Disdikbud Sarolangun Bentuk Tim Khusus

Pemerintahan Pendidikan Sarolangun

SAROLANGUN – Disdikbud Sarolangun bentuk tim khusus, dalam menindaklanjuti materi tentang bahaya narkoba, yang akan dimasukkan ke dalam bahan pembelajaran di sekolah.

Dikatakan Kadis Disdikbud Sarolangun Helmi, bahwa pihaknya sudah bentuk tim khusus dalam hal menindaklanjuti materi tersebut. Ini juga untuk mengkaji materi narkoba, yang dimasukkan kedalam kurikulum.

Baca juga : Beri Warning Pada Fasha, Jika Tidak, PPP Bakal Tarik Dukungannya

“Kami dalam menindaklanjuti sudah membentuk tim khusus, untuk memasukkan ke dalam kurikulum
Kini sedang dikaji. Kalau dia permanen tentu harus ada sesuatu yang permanen,” katanya, Senin (29/06/2010).

Dirinya juga menjelaskan bahwa dalam pembuatan materi narkoba di sekolah SD, dan SMP di Kabupaten Sarolangun tersebut dilihat dari tiga aspek.

Diantaranya yakni, mengakrabkan siswa pada nilai-nilai sosial budaya, dan lingkungan. Mengembangkan keterampilan fungsional, yang dapat menunjang kehidupan. Serta Menumbuhkan kepedulian siswa, terhadap masalah-masalah lingkungan.

“Rencana muatan lokal, ada tiga aspek dalam hal masalah peningkatan budaya daerah. Masalah narkoba ini bisa kita masukkan dalam hal lingkungan tadi, dan kita sudah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jambi. Dan ini juga sudah menjadi petunjuk oleh bapak bupati dalam memberi sinyal untik kita berkoordinasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa dalam hal tersebut, nantinya materi narkoba ini apakah terintegrasi dengan mata pelajaran atau berdiri sendiri, sebagai muatan lokal di sekolah atau digabungkan dengan yang lain.

“Misalnya dengan budaya, atau yang menyangkut dengan narkoba,” tambahnya.

Namun ia menjelaskan, bahwa dalam hal ini pihaknya tetap memerlukan waktu, untuk bisa merealisasikan tersebut. Karena untuk menjadi kurikulum dalam pembelajaran disekolah, maka harus ada materi bahan ajar terlebih dahulu.

“Rencananya memang secepatnya, tapi kita berproses dulu, membentuk tim lalu mengaji kemudian baru menyusun bahan ajar. Karena kalau menjadi kurikulum harus menjadi bahan ajar,” bilangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan terus melakukan sosialisasi, terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan di sekolah tingkat SD dan SMP, di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kata Bupati

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Cek Endra mengatakan bahwa sosialisasi ke sekolah tersebut, dilakukan oleh para guru agama untuk menyisipkan satu materi bahaya penggunaan narkoba.

“Jadi salah satu bentuk kerja sama kami dengan BNNP Jambi, untuk sosialisasi kepada anak-anak murid sd dan SMP.  Dan di sarolangun untuk Gerakan sosialisasi, kami melibatkan para murid SD hingga smp kita. Dimana kita ada program dititipkan pada guru agama,” bebernya.

Lihat juga video : Klik Disini

Pelajaran sekolah yang dimaksud, kata CE berupa bahaya narkoba dan dampak dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

Sehingga para siswa sekolah sudah mengetahui bentuk barang narkoba tersebut, hingga dampak dari akibat penggunaan narkoba. (Ajk)