Harga Batu Bara Menguat, Eh Minyak mentah CPO Malah Anjlok

Harga Batu Bara Menguat, CPO Malah Anjlok

Berita Bisnis Nasional

JAKARTA – Harga batu bara menguat sepanjang pekan ini. Padahal harga komoditas lain, seperti crude palm oil dan CPO melemah atau anjlok.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara Newcastle menguat 1,6% ke US$ 54,2/ton di pasar spot.

Pada periode yang sama, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI), malah melemah 3,17% di pekan ini ke US$ 38,49/barel. Sementara jenis Brent minus 2,77% ke US$ 41,02/barel. Harga CPO anjlok, bahkan ambles lebih dari 4%.

Baca juga : Ketua DPRD Desak, Penerima Bansos Covid-19 Keliru Segera di Data Ulang

Pelemahan harga minyak mentah dan CPO, dipicu kecemasan pelaku pasar akan terjadinya resesi yang dalam.
Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), dalam rilis terbarunya yang berjudul A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery, kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

“Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang negatif pada paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan,” tulis lembaga itu, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (25/6/2020).

Di negara dengan tingkat penularan Covid-19 dengan tren menurun, pemulihan ekonomi masih akan lambat. Karena aturan social distancing yang diberlakukan, dan akan berpengaruh hingga semester II-2020.

Di Negara Yang Masih Berjuang

Sementara di negara yang masih berjuang menghadapi pandemi, lockdwon akan terjadi lebih lama. Sehingga pemulihan ekonomi pun, akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Dalam rilis tersebut, IMF memprediksi perekonomian global di tahun ini akan berkontraksi atau minus 4,9% lebih, dalam ketimbang proyeksi yang diberikan pada bulan April lalu minus 3%.

Proyeksi resesi tersebut artinya aktivitas ekonomi mengalami kontraksi, sehingga permintaan akan komoditas menjadi menurun.

Harga minyak mentah dan CPO pun melemah, tetapi baru bara malah menguat.

Penguatan harga batu bara, kemungkinan terjadi akibat faktor teknikal.

Maklum saja saat harga minyak mentah dan CPO menguat tajam. Hingga ke level tertinggi dalam lebih dari 3 bulan terakhir, batu bara justru melempem.

Harga baru bara di pekan ini sebenarnya mengalami pelemahan, dalam empat hari beruntun.

Sebelum melesat tajam di hari Jumat (26/6/2020) menghapus, semua pelemahan 4 hari, hingga akhirnya mencetak penguatan mingguan.

Sebelum menguat Jumat lalu, harga baru bara mencatat pelemahan nyaris 5% sepanjang bulan Juni, dan 25% sepanjang tahun ini.

Sumber : CNBC Indonesia