Kejari Panggil Mantan Kades Teluk Kulbi

Kejari Panggil Mantan Kades Teluk Kulbi

Berita Daerah Hukrim

TANJABBAR – Kasus dugaan penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Kejari panggil mantan Kades Teluk Kulbi.

Dimana kasus Pamsimas Desa Teluk Kulbi Kecamatan Betara, Kabupaten TanjungJ Jabung Barat terus bergulir.

Baca juga : Kecelakaan Dekat UIN Jambi, 1 Tewas, 1 Tak Sadarkan Diri

Buktinya Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Jabung Barat, telah memanggil Mantan Kades Teluk Kulbi Widodo Kecamatan Betara tersebut.

Informasi yang dihimpun pemanggilan itu dilakukan sejak pukul 09.00 wib di Kejari Tanjabbar.

Pemanggilan mantan kades tersebut dilakukan untuk meminta sejumlah berkas, dari desa terkait dengan Pamsimas yang di laporkan kejaksaan.

Sebelumnya, Mantan kades Ini juga pernah datang ke Kejari Tanjabar namun ditolak, karena pihak kejaksaan tidak ada melakukan pemanggilan.

Terkait dengan pemanggilan Mantan Kades Teluk Kulbi itu, Kasi Intel Kejari Tanjabar Arnold Saputra mengatakan pihaknya melakukan pemanggilan itu, untuk meminta sejumlah dokumen dan data dalam kasus ini.

“Masih minta data nya dulu,
Belum diserahkan kelengkapan data nya,” katanya.

Menurutnya, data yang ada saat ini belum lengkap. Sehingga pemanggilan ini diharapkan dapat melengkapi datanya, dan bisa di tindak lanjuti.

“Nanti setelah data lengkap baru di lanjutkan,” ujarnya.

Arnold menyebutkan jika mantan kades yang dipanggil itu, merupakan yang menjabat saat Pamsimas berjalan.

“Mantan Kades Widodo,” sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa berkas itu nantinya digunakan, untuk puldata baru selanjutnya bisa dinaikan ke pulbaket.

“Untuk puldata sementara kita minta untuk menyerahkan kelengkapan berkas, dari pihak pihak terkait,” ucapnya.

Terkait mantan kepala desa itu juga kata Arnold akan diminta klarifikasi, dengan adanya laporan masyarakat yang masuk itu.

“Klarifikasi nya belum, masih puldata biar lengkap untuk lanjut,” pungkasnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Sebelumnya pihak kejaksaan menerima laporan dari masyarakat, terkait dugaan korupsi dana Pamsimas yang mencapai Rp 240 juta yang bersumber dari Dana Asian Development Bank (ADB).

Itu diduga bermasalah sebab air di lokasi tersebut, sempat tidak mengalir selama satu tahun. (hry)