Kabar Baik, Kementerian PUPR Akan Beli Karet Petani Jambi 8 Ribu Perkilo

Kabar Baik, Kementerian PUPR Akan Beli Karet Petani Jambi 8 Ribu Perkilo

Berita Bisnis Berita Jambi

JAMBI – Kabar baik untuk keberlangsungan petani Karet di Jambi. Pasalnya, Kementerian PUPR sudah menyiapkan anggaran Rp. 9,9 Miliar untuk beli karet petani di Jambi, dengan harga Rp. 8 ribu perkilo.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/06/2020).

Baca juga : Penerima Bansos Tumpang Tindih, Dewan Minta Provinsi Libatkan Desa

Sebagaimana diketahui, rencana pemerintah pusat dalam menerapkan kebijakan dan, melakukan Uji coba aspal berbahan karet mulai diupayakan ke beberapa daerah di Indonesia.

Tak ayal, jika pelaksanaan aspal berbahan karet ini berjalan mulus di Indonesia, terutama di Provinsi Jambi tentu akan berdampak baik bagi seluruh petani karet.

Seperti dikatakan Agus Rizal, bahwa Kementerian PUPR sendiri, sudah menyiapkan anggaran besar, untuk membeli karet petani di Provinsi Jambi.

Dimana, nantinya karet ini akan dijadikan bahan untuk dicampurkan dalam pembuatan aspal.

Aspal berbahan karet ini, juga sudah mulai diaplikasikan dan diuji coba. Sehingga penerapan aspal campur karet tersebut dinilai berpotensi meningkatkan harga karet petani nantinya, khususnya di Provinsi Jambi.

“Kementrian PUPR tahun 2020, telah menyiapkan anggaran Rp9,9 miliar untuk membeli karet petani di Jambi. Sehingga untuk dijadikan bahan campuran pembuatan aspal. Kementrian PUPR juga telah turun ke lapangan, akan langsung beli karet petani di Jambi dengan harga Rp. 8 ribu per kilogram.” Jelasnya.

Ketersediaan Harus Memenuhi

Pun demikian, ketersediaan bahan baku karet di petani juga harus dapat memenuhi permintaan dari PUPR tersebut.

“Untuk Provinsi Jambi, rata-rata setiap bulan produksi karet petani mencapai 29 ribu ton.” ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi itu.

Sementara itu, kata Agu penerapan aspal karet ini sendiri harus didorong dengan kebijakan pemerintah, disetiap Kabupaten Kota di Provinsi Jambi.

“Karena pelaku usaha tidak akan membangun pabrik aspal karet, jika tidak didukung dengan kebijakan penerapan aspal karet.” Bilangnya.

Setelah ada aturan yang jelas dari Pemerintah Provinsi Jambi, produksi karet petani Jambi nantinya mampu memenuhi kebutuhan produksi aspal tersebut.

Tentunya, kuantitas dan kualitas karet petani tetap menjadi faktor utama, dalam penggunaannya.

Lihat juga video : Klik Disini

Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan dari pemerintah, untuk penerapan aspal karet ini. Sehingga hasil produksi yang diperoleh pun, sesuai dengan yang diminta.

“Jika sudah wajib pakai aspal karet, dan ternyata kualitas karet petani Provinsi Jambi tidak memenuhi standar. Maka yang diambil karet dari daerah lain. Sehingga peningkatan kualitas produksi karet petani, harus di prioritaskan.” Tandasnya. (Nrs)