Kebijakan Baru Kemendikbud Soal Gaji Guru Honor, Ini Bunyinya

Kebijakan Baru Soal Gaji Guru Honor, Ini Bunyinya

Nasional Pendidikan

JAKARTA – Kemendikbud baru saja mengeluarkan kebijakan baru, terkait gaji guru honor di lingkungan pendukung di seluruh Indonesia.

Kemendikbud telah mengeluarkan kebijakan baru, untuk penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, dan pendidikan kesetaraan.

Baca juga : Potensi Emas di Merangin Capai 12 Ton, Izin Operasi Akan Didesak

Seluruh dana ini dipastikan akan dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan, di masa kedaruratan Covid-19, dan pembayaran honor para guru honorer.

Gaji Guru honor yang dapat dibayarkan dengan dana tersebut, adalah yang tercatat pada data pokok pendidikan per 31 Desember 2019, yang belum mendapatkan tunjangan profesi. Serta telah memenuhi beban mengajar, termasuk mengajar dari rumah.

“Mengenai persentase penggunanya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas,” kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dikutip melalui keterangan resminya.

Secara detail, dana tersebut bisa digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembersih kuman

Selain itu, ada juga masker atau penunjang kebersihan dan kesehatan lainnya, termasuk alat pengukur suhu tubuh tembak.

Khusus BOP PAUD dan kesetaraan, juga dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi pendidik.

Tak hanya itu saja, ketentuan persentase penggunaan BOP PAUD, dan kesetaraan pun dilonggarkan menjadi tanpa batas.

“Penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal, disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama,” katanya.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 19/2020, tentang perubahan petunjuk teknis BOS.

Tertera juga dalam Permendikbud 20/2020, tentang perubahan petunjuk teknis BOP PAUD.

SumberKlik Disini