Diwajibkan Pakai APD, Anggaran Pilkada di Jambi Bertambah Rp. 23 M

Diwajibkan Pakai APD, Anggaran Pilkada di Jambi Bertambah Rp. 23 M

Berita Jambi Berita Politik Profil

JAMBI – Dilaksanakan ditengah pendemi Covid-19, Anggaran Pilkada serentak 2020 di Provinsi Jambi, bertambah sekitar Rp. 23 miliar.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua KPU Provinsi Jambi, HM Subhan, S.Ag, MH saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (08/06/2020) sekitar pukul 13.00 wib.

Baca juga : Pengaspalan Jalan di Merangin Diduga Asal Jadi, Dewan : Kurang Gilingan

Subhan mengatakan, bahwa tahapan Pilkada serentak ini, bakal dilaksanakan pada 15 Juni 2020 mendatang. Dimana setiap tahapan yang dilakukan, harus sesuai dengan Protokol Kesehatan.

Sebagaima diketahui, penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di Provinsi Jambi nanti, dihadapkan dengan Pandemi Covid-19. Dimana hal ini mengharuskan para petugas, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Tak ayal, jumlah anggaran Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Jambi ini pun, jadi bertambah sekitar Rp. 23 miliar.

Oleh karena, untuk melengkapi APD yang akan digunakan oleh petugas nanti, yakni mulai dari masker hingga yang lainnya, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 23 miliar.

“APD itu kan untuk petugas kita, mulai dari PPK, PPS, KPU kabupaten/Kota, KPU Provinsi, KPPS, PPTP. Itu dapatlah nilainya Rp. 23 miliar,” jelasnya.

Penghematan Anggaran

Ia menambahkan, dari anggaran yang sebelumnya sudah disiapkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, sebesar Rp 180,5 Miliar sudah diupayakan untuk minimalisirkan penggunaannya.

Dimana, anggaran untuk kegiatan perjalanan hingga Bimtek dan sebagainya dipangkas, sehingga terkumpullah dana sisa sebanyak hampir Rp. 19 Miliar.

“Kemarin kita juga memangkas anggaran untuk perjalanan dinas, Bimtek dan sebagainya disusuaikan dengan protokol Kesehatan. Sehingga kegiatan kita itu, dilakukan melalu online. Dan kita berhasil mengumpulkan anggaran hampir Rp. 19 Miliar,” bilangnya.

Pun demikian, dari anggaran hampir Rp. 19 Miliar tersebut, sekitar Rp. 4 Miliar digunakan untuk penambahan TPS.

“Kan ada jumlah pemilih kita yang 600 itu, itu harus dipecah maksimal satu TPS itu 500. Jadi karena dipecah ini, kita Bertambah sekitar 700-800 TPS lagi.” Bebernya.

Dengan demikian, secara tidak langsung penambahan TPS ini tentu membutuhkan anggaran, untuk perlengkapan TPS kotak suara, dan bikinnya. Sehingga diperkirakan sebanyak Rp. 4 Miliar.

“Jadi kita hitung untuk kebutuhan TPS itu Rp. 4 Miliar. Jadi penghematan kita Rp. 18 miliar, kemudian kita kurangi untuk kebutuhan TPS tambahan ini tadi. Sehingga sisa Rp. 14 miliar,” paparnya.

Untuk itu, dari hitungan anggaran tersebut, KPU Provinsi Jambi sudah menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi, yakni pada rapat di Ruang Sekda waktu lalu.

“Jadi itu sudah kita sampaikan kepada pemerintah Provinsi Jambi. Jadi kita kurang sekitar Rp. 8 miliar, untuk tambahan perlengkapan APD nanti.” Ujarnya.

Lihat juga video : Heli TNI AD Jatuh di Kendal

Kemudian, anggaran penghematan Rp. 14 yang dikumpulkan akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jambi, untuk disampaikan kepada Mendagri.

“Kan bukan kita saja yang ada Pilkada di Indonesia ini. Nah itu lah nanti solusinya bagaimana, dari pemerintah pusat. Kita kembalikanlah ke Pemerintah pusat,” tuturnya. (Nrs)