Kasus Pamsimas Desa Teluk Kulbi di Kejari Tanjabbar Jalan Ditempat

Kasus Pamsimas Desa Teluk Kulbi di Kejari Tanjabbar Jalan Ditempat

Berita Daerah Berita Viral

TANJABBAR – Kasus Pamsimas tahun 2017, di Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar hingga saat belum ada kejelasan dari pihak penegak hukum Kejari Tanjabbar.

Padahal, lebih kurang delapan bulan sejak persoalan ini dilaporkan kepihak Kejaksaan, untuk di minta agar diusut secara tuntas. Namun sampai detik ini kasus Pamsimas tersebut hanya jalan ditempat.

Baca juga : Ketum Badko HMI Diperiksa Polda, Aktivis Jambi Bereaksi

Hal ini disampaikan Andi, selaku pelapor persoalan tersebut kepada pihak Kejaksaan Negeri Tanjabbar, Jum’at (05/06/2020).

Ia mengaku sangat kecewa dengan senyapnya kasus ini, tanpa ada tindak lanjut dan kejelasan dari Kejari Tanjabbar. Atas dugaan penyimpangan dalam pembangunan proyek, yang menghabiskan dana sekitar Rp. 240 juta tersebut.

“Kita sudah masukkan laporan sekitar Oktober tahun lalu. Kita laporkan karena kita minta Kejaksaan usut terhadap dugaan-dugaan, yang telah kita sampaikan kepada Kejari,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa laporan terkait persoalan tersebut, telah disampaikan secara langsung kepada Kasi Intelijen Kejari Tanjabbar, Arnol Saputra.

Kata Andi tidak hanya sebatas bentuk laporan, namun pihaknya juga telah menyerahkan dokumen pendukung, terhadap dugaan penyelewengan tersebut kepada Kasi Intel Kejari.

“Kita tidak hanya laporan yang kita sampaikan. Artinya ada dokumen pendukung yang kita serahkan, itu dokumen yang diserahkan pembentukan Kelompok Keswadayaan Masyarakat, dan lainnya,” terangnya.

Masyarakat Mendesak

Terkait hal ini, masyarakat Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara Tanjabbar terus mendesak dengan meminta dugaan atas monopoli dan memanipulasi data, yang melibatkan Ketua KKM Yuswaji pada pembangunan pamsimas III teluk kulbi tahun 2017 ini bisa segera diproses oleh Kejari secara tuntas.

Ia menyebutkan bahwa, adapun dana pembangunan Pamsimas ini sekitar Rp240 juta, yang merupakan dana dari Asian Developer Bank dunia.

Pamsimas ini dibangun oleh KKM dengan ketua Yuswaji. Namun, yang menjadi persoalan tidak hanya proyek yang sempat tidak beroperasi, setelah penyelesaian pembangunan.

“Terjadi penyimpangan itu, KKM itu dibentuk tanpa di ketahui oleh Kepala Desa, Tanpa diketahui BPD. Tapi ketua KKM punya surat TTD adanya rapat dengan masyarakat. Aneh bukan?. Nama sekdes di catut dan ada TTD nya di surat rapat itu pun juga dibantah oleh Sekdes.
Bahkan di buku agenda Desa juga tidak ada penyelenggaraan rapat pembentukan KKM. Ini jelas pembentukan KKM di manipulasi,” Tegasnya.

” Ini sudah delapan bulan, tapi tidak ada kejelasan. Ini ada apa? Wajar kami pertanyakan, karena setiap mau kami tanyakan ke Kastel ini kami tidak mendapatkan jawaban yang puas, bahkan hanya janji saja,” Ucapnya dengan nada tinggi.

Diungkapkan nya diawal pelaporan pihaknya, Kata Andi, Kastel mengatakan jika berkas kasus ini masih akan di pelajari terlebih dahulu.

” Kemudian kita tanyakan lagi di bulan berikutnya katanya akan turun ke lapangan, dan begitupun sampai terakhir tidak ada kejelasan. Kenapa ini,” Sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa beredar kabar jika air dari Pamsimas yang hampir satu tahun mangkrak tersebut telah mengalir ke sejumlah rumah masyarakat di Desa Teluk Kulbi. Namun sejumlah masyarakat masih mempertanyakan laporan yang telah di laporkan ke Kejaksaan Negeri Tanjabbar.

Lihat juga video : Kecelakaan Beruntun 4 Unit Mobil

” Hampir satu tahun air tidak mengalir dan ini kita pertanyakan. Kenapa proyek yang direncanakan cukup lama jeda waktunya bisa tidak optimal. Setelah kita laporkan ke Kejaksaan, beberapa bulan berikutnya baru dapat info air sudah mengalir,” Bebernya.

” Padahal kastel (Arnold) sudah sering membuat janji mau ngajak kita untuk turun mengecek langsung ke lapangan, tapi sampai sekarang tidak ada ajakan itu. Kasus ini pun seakan senyap saja,” Tutupnya. (hry)