Diduga, PT APTP Kangkangi Janji Kesepakatan Dengan Pemda Sarolangun

Diduga, PT APTP Kangkangi Janji Kesepakatan Dengan Pemda Sarolangun

Berita Daerah

SAROLANGUN – Baru-baru timbul kasus baru di Sarolangun, dimana PT APTP diduga sudah Kangkangi Janji Kesepakatan, dengan Pemda Sarolangun.

Sebelumnya diketahui PT Agrindo Panca Tunggal Perkasa (APTP), bergerak dib perkebunan Kelapa sawit yang berinvestasi di sarolangun, kangkangi janji kesepakatan yang dengan pemkab.

Baca juga : Dilanda Covid-19, Harga Emas di Jambi Jadi Melonjak

Janji kesepakatan tersebut, terjadi pada hari rabu (21/08/2019) bertepatan diruang pola kantor Bupati Sarolangun.

Dalam kesepakatan itu, elah dilaksanakan rapat penyelesaian perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Dimana rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sarolangun, dan kepala Kantor wilayah BPN Provinsi Jambi Beni Hermawan.

Sedangkan dari pihak PT Agrindo yakni Telly W, dan kuasa Amin yakni Evi Firdaus.

Dalam Rapat Penyelesaian tersebut, tampak hadir Asisten Pemerintahan, Kabid Perizinan A DPMPTSP Provinsi Jambi, Kadis TPHP, Kepala Bidang HHP Kanwil BPN Provinsi Jambi, Plh Kantor Pertanahan Kabupaten Sarolangun, dan  Sekdin DPMPTSP Sarolangun.

Selanjutnya ada juga kasat Polpp Sarolangun, Kakan Kesbangpol Sarolangun, Kabag Hukum Setda Sarolangun, Kabag ESDA Sarolangun, Kabag Humas Setda Sarolangun, Kabid Sapras TR dan Wilayah Bappeda Sarolangun.

Ada juga Kanit II Intel Polres Sarolangun, UPTD KPHT Unit VIII hilir Sarolangun,  dan PT APTP.

Ada 5 points yang disepakati bersama, antara lain :

  1.  Pemerintah Kabupaten Sarolangun, menyambut baik dan mendukung kegiatan Investasi PT Agrindo Panca Tunggal Perkasa di Kabupaten Sarolangun, Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang ada.
  2. PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa dan Saudara Amin (melalui Kuasanya Evi Firdaus), sama-sama bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tanah secara musyawarah.
  3. PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa, bersedia mengeluarkan tanah seluas lebih kurang 300 hektar, yang diklaim oleh saudara Amin dari permohonan perpanjangan Hak Guna Usaha.
  4. PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa, akan menyediakan plasma sebanyak 20 Persen, dan luas yang akan diberikan.
  5. Pemberian rekomendasi Bupati akan diproses, setelah perusahaan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Antara lain mengeluarkan lebih kurang 300 hektar, dari permohonan HGU.

Namun, sampai tanggal (21/02/2020) pihak PT Agrindo Panca Tunggal Perkasa, belum melakukan perihal tersebut. Tak ayal, hal ini pun diduga kangkangi janji kesepakatan bersama Pemkab Sarolangun.

Sesuai dengan surat Bupati Sarolangun, yang mana berdasarkan berita acara rapat Penyelesaian Perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU).

PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa nomor 40/BA/Pem/VIII/2019, pada hari rabu (21/08/2019) antara pemrintah Kabupaten Sarolangun, Kepala kantor wilayah BPN Provinsi Jambi, pihak PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa dan kuasa saudara Amin.

Sebagaimana salah satu hasil kesepakatannya, yaitu bahwa PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa dan saudara Amin (Melalui kuasanya Evi firdaus), sama-sama bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tanah secara musyawarah.

Selain itu, juga bersedia mengeluarkan tanah seluas lebih kurang 300 hektar, yang diklaim oleh amin dari permohonan perpanjagan Hak Guna Usaha. Serta menindaklanjuti surat kepala Dinas TPHP Kabupaten Sarolangun Nomor 525/40, Bun-DTPHO/2020 tanggal 12 Februari 2020.

Perihal pertimbangan teknis terhadap izin Usaha Perkebunan (IUP), atas nama PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa, bahwa perusahaan tersebut mengangkangi ketentuan yang telah disepakati, Seperti :

  •  Belum Memfasilitasi pembangunan Kebun Masyarakat sekitar, paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun, yang diusahakan oleh Perusahaan PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa. Paling lama jangka waktu 3 tahun, sejak didirikannya IUP-B.
  • PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa, belum melaksanakan ISPO sesuai dengan Permentan Nomor 11 Tahun 2015.
  • PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa, belum menyampaikan Laporan perkembangan usaha perkebunan Semester II tahun 2019, sesuai dengan Permentan Nomor 98 tahun 2013 pasal 40.

Tanggapan Piha PT Agrindo

Menanggapi persoalan tersebut, pihak PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa melalui Regional Office Manager Mashadi, mengklaim bahwa pihaknya telah mengeluarkan lahan yang termasuk dalam point janji kesepakatan.

“Kalau menurut kita sudah, beberpa point tersebut juga sudah kita dilaksanakan. Pointnya yang menyatakan kita akan mengeluarkan areal 300 hekatr itu, dan kita sudah mengeluarkan itu. Dan itu sudah kita laporkan juga ke pemda, bahwa kita telah mengeluarkan dari permohonan kita.” Ujarnya, Rabu (04/06/2020).

“itu merupakan point pertama, dan poin kedua kita mau bermediasi dengan pihak pak amin. Kemudian kita ada ketemu dengan pak Evi, tapi tidak ada titik temu. Jadi tidak adanya titik temu gimana kita paksakan,” tambahnya.

Selain dari itu, pihak APTP juga mengklaim bahwa, untuk plasma yang akan dikeluarkan 20 persen sudah dilakukannya.

“Plasma kita sebenarnya sudah ada cadangan sekitar 400 hektar, itu belum bisa berjalan dikarenakan dari pihak pemda belum merestui perpanjangan kita. Jadi yang itu 400 hektar yang data kita punya, belum berjalan Cuma sampai di Disbun Jambi.  Terus terdiri dari 300 hektar yang kita keluarkan itu, kita sudah bikinkan plasma dengan BUMDES tiga desa termasuk satu kelurahan,” terangnya.

Lihat juga video : Kecelakaan Beruntun 4 Unit Mobil

Ketika ditanya kapan mengeluarkan lahan seluas 300 hektar, Mashadi mengatakan setelah dilakukan rapat dengan Pemerintah Daerah Sarolangun.

“Waktu kita mengeluarkan lahan tersebut, saya tidak tau persis tanggal berapa. Tapi sekitar kalau tidak salah Sehabis rapat disana, tidak lama usai rapat paling seminggu dua minggu sudah kita keluarkan surat.” jelasnya. (Ajk)