Penyaluran bantuan terdampak Covid-19 sepertinya timpang. IMSG protes kecamatan lain mendapat kuota 4000 lebih, Sungai Gelam hanya 637 KK.

IMSG Protes Kecamatan Lain 4000, Sungai Gelam Hanya 637 KK

Berita Daerah Pendidikan

MUARO JAMBI – Penyaluran bantuan terdampak Covid-19 sepertinya timpang. IMSG protes kecamatan lain mendapat kuota 4000 lebih, Sungai Gelam hanya 637 KK.

Tak berlebihan, jika para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG) melayangkan protes penyaluran bantuan itu. Sejumlah alasan, membuat alokasi timpang.

Hal ini disampaikan Muhammad Muhlisin Yusuf, Ketua IMSG pada Dinamikajambi.com, Jumat (22/05/2020) malam. Secara kependudukan, Kecamatan Sungai Gelam merupakan kecamatan terbesar dari 11 kecamatan yang ada di Muaro Jambi.

Ada lebih dari 90 ribu penduduk mendiami belasan desa di Kecamatan Sungai Gelam. Namun hanya 637 KK penerima.

Sementara kecamatan lain, mendapatkan alokasi besar, lebih dari 4000 KK.

Terang saja, ini menjadi pertanyaan bagi para mahasiswa IMSG yang berasal dari berbagai kampus di Jambi itu.

“Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam sangat menyayangkan atas alokasi atau kuota. Untuk masyarakat Kecamatan Sungai Gelam yang diberikan oleh Dinas Sosial Muaro Jambi, karena bantuan yang dari APBD yang Rp 17 M itu sangat kurang,” papar Muhlisin.

Berdasarkan pertemuan dengan Dinas Sosial sendiri, pembagian ini disebutkan untuk yang terdampak. Tentu saja, bilangnya, semua masyarakat terdampak.

“17 M ini untuk yang terdampak. Kalau terdampak, semuanya terdampak. Seharusnya kalau begitu, APBD ini bagi rata 11 kecamatan,” katanya.

Itu pun, jika meluas pada data pasien, Kecamatan Sungai Gelam sendiri memiliki 4 pasien positif Covid-19. Angka ini, terbesar di kecamatan lain.

Sungai Gelam Penyumbang PAD

Protes ini pun dipertanyakan para mahasiswa pada penyumbang PAD. Bukan apa-apa, Sungai Gelam memang memiliki banyak perusahaan besar dari perkebunan sawit, pabrik hingga eksplorasi minyak.

Baca Juga : 2 Warga Sungai Gelam Positif Corona Lagi, Ketua IMSG : Tingkatkan Kewaspadaan

“Siapa penyumbang PAD terbesar? Ya gak bisa begitulah. Kita penyumbang PAD terbesar, kita pula mendapatkan yang kecil,” tegasnya.

Untuk itu, mereka mendesak Dinas Sosial Muaro Jambi untuk membuat transparansi mekanisme pembagian bantuan.

“Karena itu, kita minta untuk transparansi Dinas Sosial. Ini menimbulkan keresahan dan pertanyaan di masyarakat Kecamatan Sungai Gelam,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Sosial Muaro Jambi Rosa Chandra Budi dilansir SerambiJambi.id mengungkapkan anggaran 17 M itu.

Namun soal penyaluran, Chandra Budi belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak media. Ia belum menjawab, berapa total penerima dan alokasinya.  (Red)