Dipanggil Penyidik Kejaksaan, Kades Koto Baru Beralasan Sakit

Dipanggil Penyidik Kejaksaan, Kades Koto Baru Beralasan Sakit

Berita Daerah Hukrim

SUNGAI PENUH – Terkait dugaan Mark-Up DD 2018/2019, Kades Koto Baru dipanggil penyidik kejaksaan Sungai Penuh. Hal ini lantaran mendapatkan  laporan, dari LSM GNPK-RI.

Dugaan Mark-Up Dana Desa (DD) 2018 dan 2019, di Desa Koto baru, Kecamatan Tanah Kampung, kota Sungai Penuh.

Baca juga : Hampir Seluruh Pabrik Karet Tutup, Disbun Sembunyi Tangan

Baca juga : 5 Tambahan Pasien Positif di Jambi, Ternyata Dari Daerah Ini

Menindalanjuti laporan dugaan penyimpangan LSM GNPK tertanggal 12 mei 2020 lalu, pada 19 Mei 2020 penyidik kejaksaan telah melayangkan surat pemanggilan perdana kepada kades Koto baru, Yuni Hansah.

Namun, tak disangka saat dipanggil penyidik kejaksaan, Kades Koto Baru itu tidak bisa memenuhinya dengan alasan sakit.

Hal ini dibenarkan kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Sumarsono, kemarin.

“Iya, kita sudah layangkan surat panggilan pertama pada 19 mei,” sebutnya.

Yang bersangkutan, lanjut dia, belum bisa hadir karena dalam keadaan sakit. Bahkan sudah sejak tiga hari belakangan ini.

Lihat juga video : Kecelakaan Beruntun 4 Unit Mobil, Pajero Naik Ke Atas Honda Jazz

Baca juga : Tim Gugus Kecolongan, 30 Santri dari Jawa Tiba di Tanjabbar Diam-Diam

Pun demikian, Kejaksaan Sungai Penuh aja melakukan pemanggilan ulang, terhadap Kades tersebut.

“Yang bersangkutan mengaku sudah tiga hari sakit, sehingga tidak bisa hadir. Akan kita panggil ulang sudah Lebaran,” tandasnya. (Jul)