Pemprov Gelontorkan 2,1 M Anggaran Covid-19, ke Muaro Jambi

Pemprov Gelontorkan 2,1 M Anggaran Covid-19, ke Muaro Jambi

Pemerintahan Provinsi

MUARO JAMBI – Dari Rp. 211 Miliar anggaran Covid-19, Hari ini Pemprov gelontorkan sebanyak Rp. 2,1 ke Kebupaten Muaro Jambi, untuk masyarakat yang terdampak dari wabah virus tersebut.

Sebagaimana diketahui, dalam mengurangi beban masyarakat yang sangat terdampak Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan DPRD telah mengalokasikaan anggaran penanganan Covid-19.

Baca juga : Ricuh BLT, Kantor Desa Air Batu di Merangin Diamuk Massa

Dimana bantuan ini akan diperuntukkan bagi masyarakat yang sangat terdampak, yang dinamakan bantuan Social Safety Net Jaring Pengaman Sosial) Covid-19.

Dalam hal ini, Gubernur Jambi Fachrori Umar yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, secara simbolis memberikan JPS senilai Rp2.179.200,000 bagi 3.632 Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Muaro Jambi.

Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Kantor Camat Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5).

Tampak Hadir pada kesempatan tersebut, mewakili Bupati Muaro Jambi yakni Asisten I Bidang Pemerintahan Najamuddin, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Jambi, Arif Munandar serta para pejabat lingkup Kabupaten Muaro Jambi dan Pejabat Kecamatan.

Gubernur menjelaskan bahwa fokus Pemerintah Provinsi Jambi saat ini, adalah membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Untuk itu, melalui bantuan sosial yang diberikan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, di Kabupaten Muaro Jambi.

“Hari ini saya serahkan JPS berupa bantuan sembako Rp350 ribu, uang tunai sebesar Rp.250 ribu selama tiga bulan yaitu bulan Mei, Juni, dan Juli,” ujarnya.

Selain itu, melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) ini, juga berasal dari berbagai sumber. Mulai dari pemerintah pusat ada PKH, Kartu Sembako dan Kartu Pra kerja.

Selain Uang Tunai, Juga Sembako

Untuk dari pemerintah Provinsi, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sosial, selain dari pemerintah, bantuan sosial juga mengalir dari pihak swasta dan donatur lainnya.

“Banyaknya sumber bantuan sosial ini, membuat kita harus lebih berhati-hati dalam menentukan penerima manfaat. Tujuannya adalah agar tidak tumpang tindih, tepat sasaran, dan efektif.” Imbuhnya.

Pada sisi lain, Pemprov juga masih belum mengetahui sampai kapan ini akan berakhir, sementara kemampuan keuangan daerah sangat terbatas.

Pemprov sendiri mengalokasikan bantuan sosial dengan cakupan layanan, yaitu kombinasi bantuan langsung dan bantuan non tunai, yang dialokasikan untuk 30.000 keluarga penerima manfaat.

Lihat juga video : Kecelakaan Beruntun 4 Unit Mobil

Sementara itu, Kepala Dukcapil Provinsi Jambi, Arif Munandar dalam laporannya menyampaikan bahwa, bantuan jaring pengamanan sosial merupakan langkah untuk penanganan dampak Covid-19.

“Bantuan Jaring Pengaman Sosial Provinsi sebesar Rp.600.000 selama 3 (tiga) bulan. Dan bantuan yang diberikan adalah uang tunai sebesar Rp.250 dan bantuan sembako senilai Rp.350.000. Serta paket sembako disalurkan oleh Bulog, sedangkan untuk pengiriman uang tunai melalui PT.Pos,” bilangnya. (*/Nrs)