Apa itu New Normal, kini tengah jadi bahasan. Lalu, bagaimana New Normal yang dikaji pemerintah yang akan dibuat dalam beberapa fase itu?

Bagaimana New Normal Yang Dikaji Pemerintah

Berita Bisnis Nasional

JAMBI – Apa itu New Normal, kini tengah jadi bahasan. Lalu, bagaimana New Normal yang dikaji pemerintah yang akan dibuat dalam beberapa fase itu?

Untuk diketahui, diterjemahkan dari bahasa Inggris-New Normal adalah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang mengacu pada kondisi keuangan setelah krisis keuangan 2007-2008 dan setelah resesi global 2008-2012.

Dikutip dari Wikipedia (Inggris) istilah ini sejak itu telah digunakan dalam berbagai konteks lain untuk menyiratkan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal telah menjadi biasa.

Berdamai dengan Covid-19 dikatakan Presiden Joko Widodo lalu disampaikan WHO bahwasanya virus ini tidak akan hilang, membuat New Normal terjadi. Mau tak mau, diantara lumpuhnya sendi kehidupan setelah virus dari Wuhan itu menyebar.

Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian mengeluarkan kajian awal dalam rangka memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19 yang dimulai dari bulan Juni. Pemerintah memastikan, rencana ini masih akan terus berjalan.

Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Raden Edi Prio Pambudi mengatakan ini juga dilakukan beberapa negara setelah sekian lama ekonomi terhenti karena COVID-19. Karena semua negara sadar tidak tahu kapan vaksin dan obat COVID-19 ditemukan.

“Tapi kegiatan ekonomi memerlukan kepastian dan tidak boleh berhenti terlalu lama, yang berisiko menambah PHK dan mengarahkan ke kondisi resesi,” kata Edi kepada CNBC Indonesia, Jumat (15/5/2020).

Meski begitu, ia berujar strategi keluar dari situasi pasca COVID-19 ini menekankan pada dua hal. Yaitu kondisi kesehatan yang sudah membaik dan kepatuhan masyarakat untuk mematuhi dan menjalankan pola hidup baru menjaga kesehatan.

Pemerintah tengah mempersiapkan strategi ini dengan melihat data secara cermat, baik data kondisi kesehatan maupun data kondisi kesiapan dunia usaha, lingkungan kerja dan pekerja dalam memenuhi syarat kesehatan.

Baca Juga : Mengejutkan, Penjualan Motor Naik Saat Corona Melanda

Baca Juga : Apa Sih Kelebihan Oreo Supreme Sampai Viral?

Fase New Normal

Berikut kajian awal pemulihan ekonomi yang akan dilakukan Indonesia secara bertahap, yang juga merupakan kajian awal Kemenko Perkonomian:

Fase 1 (1 Juni 2020)
– Industri dan Jasa Bisnis ke bisnis (B2B) dapat beroperasi dengan social distancing, persyaratan kesehatan, jaga jarak (termasuk pakai masker)
– Toko, pasar, dan mall belum boleh beroperasi dikecualikan untuk toko penjual masker dan fasilitas kesehatan
– Sektor kesehatan full beroperasi dengan memperhatikan kapasitas sistem kesehatan
– Kegiatan lain sehari-hari outdoor, untuk dilarang berkumpul ramai (maksimal 2 orang di dalam sauatu ruangan), belum diperbolehkan olaharaga outdoor

Fase 2 (8 Juni 2020)
– Toko pasar, dan mall diperbolehkan pembukaan toko-toko tanpa diskriminasi sektor (protokol ketat). Meliputi pengaturan pekerjaan, melayani konsumen, dan tidak diperbolehkan toko dalam keadaan ramai.
– Usaha dengan kontak fisik (salon, spa, dan lain-lain) belum boleh beroperasi
– Kegiatan berkumpul ramai dan olahraga outdoor masih belum diperbolehkan.

Fase 3 (15 Juni 2020)
– Toko pasar, dan mall tetap seperti pada fase 2. Namun ada evaluasi untuk pembukaan salon, spa, dan lain-lain dengan protokol kebersihan ketat.
– Kegiatan kebudayaan diperbolehkan dengan menjaga jarak. Contoh kegiatan kebudayaan tersebut, antara lain pembukaan museum, pertunjukan naun dengan tidak adanya kontak fisik (tiket jual online), dan menjaga jarak.
– Kegiatan pendidikan di sekolah sudah boleh dilakukan, namun dengan sistem shift sesuai jumlah kelas
– Olahraga outdoor diperbolehkan dengan protokol.
– Sudah mulai mengevaluasi pembukaan tempat untuk pernikahan, ulang tahun, kegiatan sosial dengan kapasitas lebih dari 2 – 10 orang

Fase 4 (6 Juli 2020)
– Pembukaan kegiatan ekonomi seperti di fase 3 dengan tambahan evaluasi.
– Pembukaan secara bertahap restoran, kafe, bar, tempat gym, dan lain-lain dengan protokol kebersihan yang ketat
– Kegiatan outdoor lebih dari 10 orang
– Travelling ke luar kota dengan pembatasan jumlah penerbangan
– Kegiatan ibadah (Masjid, Gereja, Pura, Vihara, dan lain-lain)sudah boleh dilakukan dengan jumlah yang dibatasi
– Kegiatan berskala lebih dari yang disebutkan masih terus dibatasi

Fase 5 (20 dan 27 Juli 2020)
– Evaluasi untuk Fase 4 dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi lain dalam skala besar
– Akhir Juli/Awal Agustus diharapkan sudah membuka seluruh kegiatan ekonomi, namun tetap mempertahankan protokol dan standar kebersihan dan kesehatan yang ketat
– Selanjutnya akan dilakukan evaluasi secara berkala, sampai vaksin bisa ditemukan dan disebarluaskan.