Manusia memasuki kehidupan normal baru, new normal. Apa itu Era New Normal? Bagi pengusaha, pertanyaan usaha apa yang dibutuhkan saat itu. Foto : Halodoc

Apa Itu Era New Normal? Usaha Apa Yang Dibutuhkan

Berita Bisnis Nasional

BISNIS – Manusia memasuki kehidupan normal baru, new normal. Apa itu Era New Normal? Bagi pengusaha, pertanyaan usaha apa yang dibutuhkan saat itu.

Era new normal sendiri adalah cara yang dilakukan dalam penerapan penyesuaian kehidupan baru ditengah pandemi global Covid-19. Dimana seperti diketahui, Virus Corona tak akan hilang dari muka bumi.

Oleh karena itu, pemerintah harus mencari solusi lain dalam menghadapi hal tersebut, khususnya untuk mendorong perekonomian. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah penerapan penyesuaian kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi.

Adanya new normal ini pun tentunya akan membuat tren baru, termasuk di industri. Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa salah satu industri yang akan tetap menjadi primadona adalah makanan dan minuman.

“Paling tidak orang akan kembali lagi ke basic needs seperti makanan dan kesehatan. Itu industri yang akan jadi penopang utama,” jelasnya, Selasa (19/5) dilansir Jawapos.com

Bhima melanjutkan, alat-alat kebugaran juga akan diminati untuk menjaga kesehatan tubuh. “Olahraga juga, kebugaran seperti sepeda dan alat-alat olahraga dalam rumah,” terang dia.

Selain itu, industri digital akan berkembang cukup pesat, seperti e-commerce. Pasalnya, dengan adanya era baru ini, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian secara langsung.

Baca Juga : Dampak Corona, OJK Catat Restrukturisasi 1 Juta Nasabah

Baca Juga : Dampak Corona, 4008 Pekerja di Jambi Dirumahkan dan 7 Orang di PHK

“Soalnya orang masih khawatir untuk belanja keluar, belinya secara online. Lalu buku juga karena orang di rumah aja karena baca buku,” ucap Bhima.

Usaha di Era New Normal

Berbeda dengan sebelumnya, yang disebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi penopang perekonomian, yakni industri pariwisata tidak akan seperti yang diperkirakan. Mengingat, protokol kesehatan di beberapa fasilitas ataupun sarana umum masih belum baik.

“Kayaknya berat kalau pariwisata, kita mungkin akan menghadapi gelombang lanjutan sementara protokol kesehatan ditempat wisata, khususnya di bandara itu kan kacau tuh di bandara, nggak ada physical distancing yang membuat kalaupun mengandalkan turis itu kebanyakan lokal daripada wisman karena mungkin wisman butuh pemulihan jangka panjang,” tutupnya.