Mau Belanja Tapi Mager, Aplikasi Ayo Kepasar Solusi Terbaik

Mau Belanja Tapi Mager, Aplikasi Payo Kepasar Solusi Terbaik

Berita Bisnis Berita Daerah

JAMBI – Pada 16 Januari 2020, PT. Kepasar Digital Indonesia, dengan bangga mengumumkan peluncuran aplikasi barunya Payo Kepasar.

Ditengah Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Provinsi Jambi saat ini, masyarakat selalu dianjurkan oleh pemerintah agar tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah.

Baca juga : Tuna Netra Tak Tersentuh Bantuan Covid-19, Prangkat Desa Jadi Sorotan

Tak ayal, hal ini pun menjadi kendala bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mulai dari kerja, maupun belanja bahan pangan.

Nah, dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari ditengah Pandemi ini, Aplikasi Ayo Kepasar hadir untuk kita semua.

Aplikasi Payo Kepasar yang berarti “Ayo Ke Pasar“, adalah sebuah perangkat lunak digital buatan anak bangsa, yang hadir untuk memberikan kemudahan transaksi jual-beli kebutuhan sehari-hari langsung dari pasar rakyat tanpa harus keluar dari rumah.

Dirancang dengan menggunakan sistem teknologi terbaru, yang sudah terintegrasi secara online, dan juga didukung oleh desain yang menarik.

Aplikasi Payo Kepasar merupakan
sebuah solusi yang tepat, untuk menghemat waktu tanpa harus menguras banyak tenaga.

Selain itu, aplikasi Payo Kepasar juga sangat praktis dan bersahabat untuk digunakan. Serta memberi banyak kemudahan dalam proses berbelanja kebutuhan sehari-hari, untuk di rumah, dari mana saja.

Kini jarak dan waktu bukan lagi sebuah halangan. Belanja lebih segar, hemat, praktis dan efisien, Payo Kepasar.

Lihat juga video : 4 Unit Mobil Terlibat Dalam Kecelakaan Beruntun

Catatan untuk editor :

  1. Pengiriman pesanan paling cepat dilakukan H+1.
  2. Jadwal pengiriman oleh mitra Payo dilakukan setiap hari, dari jam 06:00 – 10:00 pagi.
  3. Aplikasi sudah tersedia di Playstore (android) dan Aplikasi versi iOS, akan tersedia pada akhir bulan mei 2020
  4.  Aplikasi ini baru berjalan di kota Jambi dan telah digunakan oleh lebih dari 2000 orang warga Jambi, selama tiga bulan setelah peluncuran.

(Nrs)